Aturan Makin Ketat, Pendapatan Visa Menurun

 

Visa Inc, jaringan pengolahan kartu pembayaran terbesar di dunia, mengakui pertumbuhan pendapatan akan berjalan lambat. Ini disebabkan pengaturan ketat regulator AS atas biaya pemprosesan kartu debit. Pendapatan bersih tahunan diperkirakan hanya single-digit hingga low double-digit untuk tahun fiskal yang berakhir di 30 September 2012.

Perusahaan juga memperkirakan terjadinya penurunan profit tahun depan. Mereka melihat pertumbuhan laba per saham akan rendah pada tahun fiskal 2012 dibandingkan dengan pertumbuhan 20% laba per saham yang diharapkan sebelumnya. Pihak federal menetapkan biaya pada industri perbangkan sekitar US$ 9,4 miliar dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar US$ 23 miliar pada biaya proses kartu debit per tahun.

Aturan itu merupakan kemenangan beberapa bank seperti Bank of America Corp dan JPMorgan Chase & Co. Industri memang melobi dengan keras untuk membuat pihak federal tidak memberikan aturan sangat ketat. Visa juga mengatakan berhasil menyelesaikan program pembelian sebesar US$ 1 miliar, April kemarin. Saham Visa sempat menyentuh US$ 88,20.

Meskipun begitu, Visa masih mengharapkan pertumbuhan pendapatan bersih tahunan sebesar 11% sampai 15% di tahun fiskal 2011. Pihak federal minggu lalu menetapkan aturan pemotongan biaya bagi merchant yang melakukan pembayaran ke bank ataupun jaringan seperti Visa dan MasterCard Inc, setiap kali konsumen membeli sesuatu via kartu debit. “Dampak hal tersebut terkait pengelolaan,” ujar CEO Visa, Joseph Saunders.

Ia menambahkan bahwa aturan itu memang mempengaruhi, namun tidak sepenuhnya 'menghilangkan' pendapatan dari debit AS yang sebelumnya mengambil porsi 20% dari pendapatan bersih Visa secara global. Jaringan kartu pembayaran bank seperti Visa dan MasterCard yang melakukan proses transaksi debit dan investor memang khawatir dengan pemotongan biaya tersebut. Pihak bank yang mendapatkan pengurangan biaya dari ritel juga akan melakukan penurunan pembayaran kepada Visa ataupun MasterCard.

Visa, dalam konverensi dengan para analis, mengatakan aturan itu berhubungan dengan konsesi harga pada bank. Namun, pihak eksekutif Visa menolak berikan alasan spesifik. Saunders memperkirakan terjadi 'beban berat' dalam biaya debit pada tahun fiskal 2012 dan pertumbuhan pendapatan kembali menyentuh momentum pada tahun fiskal 2013.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)