Ayodhya Glenardi

Karier cemerlang di sebuah perusahaan investasi, pertambangan dan energi, tak membuat Ayodhya Glenardi berpuas diri. Bersama tiga temannya, Glen – sapaan akrabnya – mengibarkan Brew & Co pada 2004 yang diposisikan sebagai coffee shop dengan menyajikan 100% kopi asli Indonesia. Setelah kepemilikannya diambil alih semua oleh Glen, konsep pun diubah. Di tangan kelahiran Jakarta 24 Februari 1976 ini, Brew & Co juga menyediakan berbagai menu makanan, cake dan pastry.

Bagi Master of Science dari Northwestern University, Amerika Serikat ini, Brew & Co bukan bisnis sampingannya. “Kami selalu sibuk setiap hari mengurus Brew & Co,” tukas sulung dari dua bersaudara ini. Keseriusan Glen bisa dilihat dari berbagai pembenahan yang dilakukannya. Selain mengubah konsep dan logo, ia juga menyediakan pastry buatan kokinya sendiri. Bahkan, pada 2006 ia melebarkan sayap Brew & Co. Saat ini terdapat 7 gerai Brew & Co, dengan jumlah pengunjung yang bagus. Di Citos, misalnya, pada hari kerja sekitar 500 orang per hari menyambangi Brew & Co.

Menurut Glen, yang terpenting adalah lokasi. Karena itulah Brew & Co selama ini memilih gerai di mal dan gedung perkantoran. Brew & Co juga sering dijadikan tempat untuk peluncuran buku dan film, seperti Jakarta Undercover. Tahun ini Brew & Co akan ekspansi ke Surabaya, Yogyakarta dan Balikpapan. Glen berencana pula mewaralabakan gerai kopinya itu pada 2009. “Sudah banyak tawaran yang datang, tapi selagi saya masih bisa membesarkan mengapa tidak sendiri saja,” ungkap penikmat buku Tuesday with Morrie karya Mitch Albom ini. Untuk membesut satu gerai, paling tidak ia harus merogoh kocek Rp1,5-2 miliar.

Rias Andriati

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)