Balap Liar Jadi 'Bibit' Chemonk Modified

Tidak ada yang menyangka, hobi balap liar yang seringkali dicap ugal-ugalan menjadi awal mula ide bisnis. Namun, inilah yang dialami pendiri bengkel modifikasi motor Chemonk Modified, Andri Irwan. Yang menarik, pria kelahiran 22 Desember 1979 itu menyangsa pasar motor kelas sport dan mendesain sendiri body kit serta aksesori.

Saya membangun bisnsis ini karena hobi saja. Pengalaman untuk tekniknya pun saya dapat dari pengalaman karena saya senang motor dan bertemu banyak teknisi. Saya juga aktif di klub motor,” ujar Andri. Chemonk Modified tak ubahnya sebuah bengkel motor. Terlihat banyak teknisi dan karyawan yang sibuk melakukan pekerjaan layaknya motor. Motor berdiri sembarangan dengan berbagai macam kunci, bahkan, perlengkapan mekanik tampak berserakan di lantai.

Terletak di sebuah jalan kecil di Jalan Assirot no 2A, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bengkel ini sudah dikenal hingga kalangan pejabat, artis dan pembalap. Sebut saja Rizky the Titans, anggota band Wali, serta Kapolres Papua pernah memesan. “M. Fadli (pembalap) juga menggunakan body kit saya waktu tampil di Qatar dan Malaysia. Sekarang semenjak pindah Kawasaki, ia belum pesan ke saya lagi.”

Sedari SMA pada 1998, Andri sudah hobi bermain motor dan ikut balap liar di daerah Kebon Nanas, Arteri Pondok Indah hingga Tol BSD. Dirinya memang mencintai kendaraan roda dua itu. Sejak muda, Andri sudah gemar mengecat sendiri motornya, mencuci motor hingga detil. Bahkan di waktu senggang, selain aktif di klub motor, Andri menyempatkan diri menggambar desain motor dan aksesorisnya. “Saya cuci motor bisa dari pagi ketemu malam. Karena saya orangnya pemerhati detill,” kata pria keturunan Betawi ini.

Saat Kawasaki Ninja masuk ke Indonesia, dirinya sempat merengek untuk dibelikan kepada orang tuanya. Ibunya menolak tetapi ayahnya membolehkan. Dengan menjual kedua motor terdahulunya, maka dibelinya Kawasaki Ninja RR kala itu. Mulailah dirinya aktif di Kawasaki Ninja Club (KNC). Andri sempat 5 tahun menjadi Humas di klubnya. “Orang sudah tahu nama saya sejak saya masih kebut-kebutan liar,”katanya.

Tahun 2009, dua tahun setelah dirinya menikah, Andri diajak ke satu tempat di Jalan Assirot, Kebayoran lama, Jakarta Selatan. Dirinya ditawarkan untuk membuka bengkel modifikasi di tanah bekas bengkel taksi. “Setelah 6 bulan, saya baru tahu kalau itu adalah tanah sewa. Sempat bingung tetapi berdoa saja dan ternyata ditunjukin jalan juga sama Tuhan. Bagus juga sih sebenarnya karena kejadian ini, saya berani keluar untuk berbisnis,” kata anak pertama dari bersaudara ini.

Membuka bengkel tersebut, Andri mengatakan modalnya nol. Dirinya mempunyai keahlian, temannya mempunyai tanah. Operasional bengkel awalnya hanya Andri yang mengerjakan sendiri pesanan orang-orang dari klub motornya. “Alat-alat saya sudah punya sendiri karena mengumpulkan dari sejak masih SMA,” katanya.

Kini Chemonk bisa menerima hingga 5-10 motor setiap bulan dengan berbagai permintaan layanan seperti pasang boy kit atau full modifikasi. Biasanya untuk modifikasi secara keseluruhan, proses pengerjaan menghabiskan waktu hingga 3-5 bulan. Padahal konsep bengkel modifikasinya adalah lebih kepada aksesoris yang ball on atau plug and play. “Yang saya buat itu lebih enak tinggal pasang. Karena saya orangnya detil, jadi hasil saya pasti bermakna. Karena itulah selalu ada motor yang memang dikhususkan untuk membuat mal,”katanya.

Biaya modifikasi total biasanya dikenakan Rp 5-10 juta, tergantung model. Bahkan jika hingga kaki motor, pembiayaan bisa mencapai Rp 20 juta. Total omset per bulan Chemonk adalah Rp 200 juta. Tetapi bukan berarti berjalan mulus. Beberapa bulan lalu dirinya sempat rugi hingga puluhan juta karena masalah manajemen waktu. Menurut Andri, hal paling penting dalam modifikasi adalah manajemen waktu. “Kalau pengerjaan motor itu memakan waktu lama maka akan menimbulkan masalah.”

Andri selalu berusaha mengikuti keinginan pelanggan. Masukan dan nasihat selalu diberikan kepada pelanggan. Andri masih sering turun langsung karena masih banyak pelanggan yang tidak mau dimodifikasi kalau belum bertemu dirinya. Yang menarik, tidak semua 'perintah' pelanggan akan dituruti oleh Andri. “Kalau keinginan pelanggan itu pada akhirnya membuat motor menjadi norak, saya tidak mau melakukannya. Saya tolak karena akan berdampak pada citra Chemonk. Saya cukup idealis,” kata Andri lagi. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)