Bank Dunia: Defisit Neraca Indonesia Akan Terkoreksi Sendiri

World Bank (Bank Dunia) mengatakan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini adalah penurunan nilai ekspor aneka produk akibat karena ketergantungan industri pada bahan baku impor.

Penurunan nilai ekspor tersebut turut melebarkan defisit neraca berjalan pada kuartal kedua 2012. Namun Bank Dunia meyakini tekanan terhadap neraca perdagangan akan terkoreksi sendiri (self correcting).

Ekonom Utama dan Penasihat Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiam Diop dalam presentasi Laporan Triwulanan Ekonomi Indonesia, mengatakan, tantangan lain yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana menjaga ketahanan perekonomiannya.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di kisaran 6,4% dari tahun-ke-tahun (year on year) pada kuartal ke-2 2012. Konsumsi domestik dan nilai investasi juga terus meningkat. Tantangannya bagi Indonesia adalah bagaimana menjaga perekonomian ini agar tetap stabil seperti sekarang,” kata Ndiam Diop di Jakarta, Senin (15/10).

Di sektor Penanaman Modal Asing (PMA), menurut Diop, krisis finansial yang terjadi di Eropa telah menarik para investor untuk berinvestasi di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, Diop mengatakan Indonesia harus mampu menangkap peluang tersebut dengan menyiapkan iklim investasi yang menunjang, seperti pembangunan infrastruktur baru, peningkatan keterampilan dan pendidikan SDM, serta memperkuat perlindungan sosial. "Pemerintah Indonesia harus bisa membuat investasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi," katanya.

Selain itu, Diop menambahkan untuk mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, Pemerintah Indonesia harus bisa mengelola risiko internal yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengabaikan perkembangan perekonomian global. (Lila Intana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)