Bank Saudara Emisi Obligasi Rp 200 Miliar

PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar. Obligasi ini mendapatkan peringkat id BBB+ Stable Outlook dari Pefindo. Dana obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk meningkatkan pemberian kredit. Penyaluran kredit akan difokuskan kepada kredit pensiunan, kredit pegawai, kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Saudara, Yanto M Purbo mengatakan, pengalaman dan track record perusahaan yang baik, manajemen operasi yang baik, membuat Bank Saudara mendapatkan peringkat obligasi yang memuaskan. ”Kami optimistis obligasi ini akan sukses,” jelasnya di sela-sela Publik Ekspose Obligasi I Bank Saudara Tahun 2011 di Jakarta, Rabu (9/11). Untuk emisi obligasi Bank Saudara I ini dipercayakan kepada PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Victoria Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi.

Obligasi dengan jaminan berupa piutang yang timbul dari Kredit Umum Pensiunan (KUPEN) dengan kategori lancar sebesar 125% dari jumlah obligasi terhutang ini ditawarkan dalam 2 (dua) Seri Obligasi: yaitu Seri A berjangka waktu 2 (dua) tahun dan Seri B berjangka waktu 3 (tiga) tahun, kedua-duanya dengan tingkat bunga tetap. Bunga Obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.

Bank Saudara berencana mendapatkan Pernyataan Efektif dari Bapepam pada tanggal 25 Nopember 2011, dan melakukan penawaran pada tanggal 29 dan 30 Nopember 2011. Periode bookbuilding rencananya akan dilakukan mulai 9-15 Nopember 2011 dan distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Desember 2011. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Desember 2011.

Pada tahun 2010 Bank Saudara mendapatkan berbagai macam penghargaan perbankan terbaik ini membukukan pendapatan bunga sebesar Rp 444,148 miliar, naik dibandingkan dengan tahun 2009, yakni naik sebesar Rp 11,685 miliar. Sementara pendapatan bunga selama semester pertama 2011 (Januari – Juni ) telah mencapai Rp 267,667 miliar.

Bank Saudara juga mencatat peningkatan laba bersih pada tahun 2010 sebesar Rp 24,296 miliar. Sedangkan laba bersih pada tahun 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp 35,645 miliar dan Rp 37,658 miliar. Sementara laba bersih selama semester pertama 2011 mencapai Rp 50,560 miliar.

Kami memiliki brand image yang kuat sebagai bank yang berpengalaman melayani pensiunan, dan sebagai salah satu bank di Indonesia yang memiliki ijin sebagai bank devisa dan kustodian serta profitabilitas perseroan yang terus meningkat” klaim Yanto dengan nada optimistis.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)