Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 10,23 Miliar

PT Bank Syariah Bukopin (BSB) mencetak laba bersih tahun 2010 sebesar Rp 10,23 miliar atau naik 131,63% dibandingkan pencapaian Rp 831 juta pada 2009. Kenaikan laba yang signifikan tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan operasi usaha perusahaan. “Hasil usaha dan kondisi keuangan kami selama tahun 2010 membaik di tengah pemulihan ekonomi global,” ujar Riyanto, Direktur Utama BSB usai RUPST. Untuk aset BSB tahun lalu tumbuh 11,09% dari Rp 1,98 triliun menjadi Rp 2,19 triliun.

Sementara itu, pembiayaan naik 25,94% dari Rp 1,29 triliun pada 2009 menjadi Rp 1,61 triliun tahun 2010. Anak perusahaan Bank Bukopin itu fokus membiayai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebaliknya, untuk pendanaan BSB berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1,6 triliun atau melonjak 27,52% dibanding tahun sebelumnya Rp 1,2 triliun.

Rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) tercatat mencapai 99,37% dan tingkat rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 3,80%. Dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) BSB tercatat sebesar 10,88%.

Hingga akhir tahun 2011, BSB membidik pertumbuhan pembiayaan hingga 40% menjadi Rp 2,663 triliun. Sektor UMKM masih jadi penopang pembiayaan perseroan dengan porsi 60%. Sisanya disumbang oleh sektor konsumer dan komersial.

Kinerja keuangan yang membaik juga ditopang oleh infrastruktur yang meningkat. Saat ini BSB mempunyai 8 kantor cabang, 4 kantor cabang pembantu, 29 kantor layanan syariah, dan 20 pick up service dan payment point.

Dalam kesempatan yang sama Riyanto menjelakan, BSB hendak menambah posisi modalnya sebesar Rp 100 miliar untuk pertumbuhan pembiayaan sektor usaha kecil menengah (UKM), serta peningkatan kinerja informasi teknologi (IT) dan Sumber Daya Manusia (SDM). "Sebesar 70 persen dari penambahan modal ini kami akan arahkan untuk pertumbuhan pembiayaan UKM. Sisanya baru untuk peningkatan kinerja IT dan SDM,” imbuhnya. Untuk memperkuat strategi tersebut, pihaknya memastikan akan menambah posisi modal dengan penerbitan saham baru sebesar Rp 100 miliar.

Menurutnya, lantaran penerbitan saham baru akan diserap sepenuhnya oleh stakeholder existing, maka perusahaan memastikan tidak ada perubahan dalam struktur kepemilikan saham di manajemen BSB saat ini. Yang jelas, dengan penambahan modal tersebut, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) diharapkan meningkat dari 11,5% dari posisi saat ini menjadi 16,3% pasca penambahan modal. Ada pun posisi modal BSB kini Rp 450 miliar, sehingga jika ditambah modal Rp 100 miliar akan menjadi Rp 550 miliar.

Komposisi kepemilikan saham BSB adalah PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) sebesar 65,4%, PT Jamsostek (Persero) 9%, PT Bakrie Capital Investment 9%, Mega Capital 9%, Mitra Usaha Sarana (MUS) 9%, dan Muhammadiyah 3%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)