Bank Victoria Bersama Generali Indonesia Luncurkan VIP Pro Invest

PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) kembali melanjutkan kerjasamanya dengan PT Asuransi Jiwa generali Indonesia (Generali Indonesia) dengan meluncurkan produk bancassurance, VIP Pro Invest. Produk unit link ini adalah gabungan investasi dan asuransi jiwa.

rsz_img_20150127_114519

Anthony Soewandy, Deputy CEO Bank Victoria, mengatakan, "VIP Pro ini tidak hanya mengemas proteksi dan investasi dalam satu produk perbankan, melainkan juga menambahkan keuntungan - keuntungan lain sesuai dengan kebutuhan nasabah Bank Victoria yang tidak ditemukan dalam bancassurance serupa."

Petrus Tatipatta, Chief Partnership Distribution & Employee Benefit Officer , menyebut, benefit ini sebagai rider, di mana ia mengkalsifikasikan menjadi beberapa elemen seperti proteksi dan investasi yang tergabung menjadi satu, loyalty bonus, manfaat jatuh tempo, dan keleuasaan serta fleksibilitas keada pemegang polis untuk menentukan sendiri jenis investasinya sehingga dapat memperoleh hasil investasi yang maksimal dengan resiko terjaga.

Ia juga menjelaskan satu hal benefit yang disiapkan oleh sistem asuransi unit link Bank Victoria dan Generali yakni fitur ARMS (Auto Risk Management System), dimana dengan fitur ini sistem dapat mengawasi investasi atau aset nasabah agar dapat meminimalisir resiko yang diterima, seperti misalnya risiko likuiditas, risiko operasional dan risiko pasar.

"Misalnya pada likuiditas, bisa saja setelah beberapa tahun IHSG turun katakanlah 40%. Jika perusahaan tidak menerapkan ARMS, maka ada kemungkinan dana proteksi juga akan turun," jelas Petrus.

Dengan fitur ARMS ini pula, nasabah juga diuntungkan dari sisi investasi. Pasalnya apabila risiko tersebut terjadi, otomatis sistem akan memindahkan investasi nasabah ke ruang yang lebih secure.

Alasan lainnya, karena VIP Pro Invest ini dikembangkan dengan beberapa fasilitas unik investasi yang saling terintegrasi, seperti auto-rebalancing yang bekerja sebagai penjaga dalam pergerakan investasi agar tetap stabil dan tidak melewati batas toleransi atas unsur saham yang sudah ditentukan sebelumnya, auto trading yang siap memberikan signal kala investasi telah melebihi batas toleransi yang dengan kata lain bisa berfungsi sebagai rem, dan auto re-entry sebagai automatic gear yang dapat digunakan untuk berinvestasi kembali secara otomatis ketika harga unti lebih rendah sesuai dengan yang ditetapkan oleh nasabah.

"Jadi nasabah bisa tahu momentum kapan ia harus melepas saat pasar sedang tinggi, dan membeli saat pasar sedang rendah," tambah Petrus.

Dari sisi pefrormance, Generali optimis pihaknya bakal mendulang laba yang cukup signifikan di tahun ini. Keyakinan tersebut diungkapkan Petrus bahwa semester 2  tahun 2014, dibandingkan tahun sebelumnya di semester yang sama, pendapatan meningkat sebesar 54% , padahal saat itu pasar asuransi turun 12%. Begitu juga dengan market unit link secara lebih spesifik, ketika pasar turun 4,4%, tapi pendapatan Generali tumbuh 4,6%. Sementara total premi juga mengalami peningkatan sebesar 64%, dibanding total pasar yang secara umum turun 7%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)