BCA Cetak Laba Rp 8,5 Triliun

Bank-bank masih berlomba menjadi pencetak laba terbesar. Untuk tahun buku 2010, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) unggul kembali sebagai pencetak laba terbesar, yakni Rp 11,4 triliun atau naik 56,98% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya Rp 7,3 triliun. Posisi kedua dicapai oleh Bank Mandiri dengan laba bersih Rp 9,21 triliun atau naik 28,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 7,15 triliun.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) berada di urutan ketiga dengan perolehan laba bersih Rp 8,5 triliun atau tumbuh 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan pencapaian tersebut, return on asset (ROA) perseroan tercatat 3,5% dan return on equity (ROE) mencapai 33,3%.

Kenaikan laba juga diikuti oleh portofolio kredit yang meningkat 24,2% menjadi Rp 153,9 triliun. Dari segi persentase, kredit konsumer mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 31,9% menjadi Rp 36,5 triliun. Ini didukung oleh kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), di mana KPR naik 39,2% menjadi Rp 18,3 triliun dan KKB naik 29,1% menjadi Rp 13,5 triliun. Selain itu, kartu kredit juga naik 15,9% menjadi Rp 4,8 triliun, serta kredit ke segmen UKM dan komersial naik 27% menjadi Rp 61,2 triliun, serta kredit kepada nasabah korporasi meningkat 17,9% menjadi Rp 56,3 triliun.

Didukung dengan posisi neraca yang sehat, BCA berhasil mendapat manfaat dari kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keunggulan di bidang perbankan transaksional memungkinkan BCA untuk terus meningkatkan volume transaksi dan melakukan ekspansi kredit,” ujar Presiden Direktur BCA, DE Setijoso.

Untuk dana pihak ketiga (DPK) BCA juga mengalami peningkatan 13,2% menjadi Rp 277,5 triliun. Dana giro mencapai Rp 64 triliun atau naik 23,9%, sedangkan tabungan tumbuh 13,6% menjadi Rp 145,6 triliun. Lalu, deposito naik 4% menjadi Rp 68 triliun. Asal tahu saja, dana giro dan tabungan memberikan kontribusi 75,5% terhadap total DPK.

Soal pembagian dividen, Setijoso mengaku, pihaknya akan membagikan dividen. Namun, untuk berapa besarnya dia masih enggan mengatakannya. “Dividen tetap ada, tapi nanti akan ditentukan pada Raat Umum Pemegang Saham,” dia berkilah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)