Berada di Titik Nol MRT, CORE Cipete Dibangun 17 Lantai

Data dari Bappenas menunjukkan bahwa kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek mencapai angka Rp 65 trilliun. Dengan pengintegrasian pengelolaan transportasi Jabodetabek sangat dibutuhkan, bukan hanya dari segi kenyamanan, pengguna tetapi juga peningkatan potensi ekonomi. Untuk itu, selain dikembangkan transportasi TransJakarta, juga diresmikan Mass Rapid Transit (MRT) Fase I Lebak Bulus – Bundaran HI sejak 24 Maret 2019

Pengembangan proyek PT Jaya Real Property, Tbk. (JRP) saat ini juga terintegrasi dengan moda transportasi umum. Proyek terbarunya adalah Creative Office and Residence (CORE) Cipete yang dibangun oleh anak usaha JRP, yakni PT Jaya Properti Fatmawati. Konsep yang diusung adalah one stop living dengan hybrid antara hunian, kantor, co-working space, dan sarana penunjangnya. Berlokasi hanya nol meter dari Stasiun MRT Cipete Raya, CORE Cipete diyakini akan menjadi simpul pertemuan baru di kawasan yang dinamis dan paling strategis Jakarta Selatan.

Direktur PT Jaya Real Property, Tbk Djuniardi Christanto, mengatakan, CORE Cipete merupakan sebuah inovasi dari JRP yang dibangun untuk menyesuaikan kebutuhan generasi millenial dan perkembangan zaman. CORE Cipete mengangkat tema ‘The key to unlock the balance between living and working’, akan mampu memenuhi kebutuhan Millenials yang memiliki strong entrepreneurial mindset, menyukai kemudahan, dan mencari suasana yang produktif dan kolaboratif.

“CORE Cipete menjawab kebutuhan akan one stop living yang dinamis. Kami optimistis CORE Cipete mampu menjadi kawasan TOD baru yang membawa banyak manfaat, baik dari segi ekonomi karena efisiensi biaya transportasi, hingga segi keberlanjutan lingkungan karena pengurangan emisi karbon dari penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Djuniardi.

Menurut Djuniardi, jika biasanya untuk menempuh jarak dari Cipete Raya ke pusat kota Jakarta (Bundaran HI), bisa mencapai lebih dari 2 jam di waktu sibuk mengggunakan mobil, melalui MRT kita hanya perlu menghabiskan 21 menit saja dan tanpa stress. Ditambah, penghuni tidak perlu lagi repot berjalan apalagi berkendara menuju stasiun, karena stasiun MRT Cipete Raya benar-benar terhubung langsung melalui sky bridge ke CORE Cipete, yakni 0 meter.

Arum Prasasti, Direktur Jaya Properti Fatmawati, menuturkan terdapat tiga kunci utama dalam pembangunan CORE Cipete, yakni 3C; Connect, Collaborate, dan Conveniently. Connect, yakni CORE Cipete menawarkan kemudahan konektivitas ke berbagai pusat ekonomi dan gaya hidup kota Jakarta. Collaborate, yakni konsep hybrid living di CORE Cipete membuka peluang bagi penghuni untuk membangun koneksi dan berkolaborasi dengan pelaku bisnis di berbagai bidang.

Kemudian, conveniently yakni semua fasilitas disediakan pas dengan gaya hidup milenial dikemas dalam arsitektur hijau CORE Cipete yang dapat menciptakan suasana nyaman sekaligus energik bagi penghuni, pekerja, dan orang-orang di sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, Moza Pramita entrepreneur di bidang kecantikan menuturkan bahwa generasi muda membutuhkan area kerja yang mampu mendorong individu untuk lebih produktif, sekaligus membuka pertemanan dan jejaring bisnis baru. Menurut Moza, tren co?working space atau ruang kerja bersama terus meningkat seiring dengan kebangkitan industri teknologi dan perusahaan rintisan.

Tak hanya menyangkut pekerjaan, Moza menyebut tinggal dan bekerja di pusat kota seperti CORE Cipete mampu membantunya mewujudkan kehidupan personal, sosial, dan bekerja yang lebih seimbang. “Memiliki hunian dan beraktivitas di pusat kota dengan mobilitas yang mudah membuat saya semakin banyak memiliki waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Tidak perlu lagi membuang waktu akibat macet, bahkan tidak perlu mengeluarkan kendaraan untuk ke stasiun MRT, karena CORE Cipete benar-benar terhubung dengan stasiun MRT. Selain itu, desainnya yang modern dan nyaman, benar-benar cocok untuk saya tetap bisa bekerja dengan hati yang senang dan pikiran yang segar. Benar-benar seperti mimpi jadi kenyataan” ujarnya.

Psikolog Klinis Dra. A. Kasandra Putranto juga hadir dalam perkenalan tersebut, menjelaskan, banyak kegiatan keseharian yang secara langsung dan tidak langsung memengaruhi kondisi psikologis. Contoh, mobilitas pekerja sehari-hari untuk bekerja ke kantor di pusat kota rata-rata menghabiskan waktu 2-3 jam di jalan, hal tersebut memiliki dampak pada tingkat jenuh atau stress. Selain dari segi energi dan efektivitas waktu, lingkungan tempat kita bekerja dan tinggal juga memengaruhi produktivitas kerja.

Arum mengatakan bahwa para calon penghuni tidak perlu khawatir mengenai status kepemilikan, “Di saat banyak properti yang memiliki status yang kadang membingungkan pembeli, CORE Cipete memiliki Hak Guna Bangunan di atas Tanah Hak Guna Bangunan Murni dengan kepemilikan bersama. Artinya, penghuni tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu tanah akan habis masa pakainya dari pemerintah karena tanah ini adalah sepenuhnya milik JRP.” ucapnya.

JRP telah memiliki berbagai macam portofolio properti. Salah satu portofolio unggulannya, Bintaro Jaya, dalam 40 tahun terakhir ini telah berkembang menjadi Kota Mandiri terlengkap di selatan Jakarta. Pengelolaan komunitas kaum profesional Jakarta Selatan pun menjadi ciri khas Bintaro Jaya yang susah ditiru oleh kota-kota mandiri lainnya.

Sebagai salah satu pengembang pelopor di Indonesia, JRP akan mengembangkan CORE Cipete di lahan seluas 2.600 m2 di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan. Memiliki 17 lantai, CORE Cipete akan dibangun dengan 199 unit CORE yang terdiri atas studio, workshop, dan quarter dengan luas unit mulai dari 30 m2 hingga 90 m2.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)