Biaya Naik, HSBC Pecat 30 Ribu Pegawai

HSBC Holdings Plc (HSBA) berencana untuk memecat 30 ribu pegawai hingga akhir 2013, setara dengan 10% jumlah pegawai di bank terbesar di Eropa itu. Keputusan menyakitkan itu diambil untuk mengurangi lonjakan biaya gaji karena perusahaan merekrut lebih banyak pegawai di negara berkembang.

Biaya tenaga kerja yang membesar dan inflasi upah mencakup 57,5% dari pendapatan di semester pertama, sebelumnya biaya ini hanya 50,9% dari pendapatan, ujar pihak HSBC yang berbasis di London, dalam keterangan pers. Jumlah itu lebih dari 48% hingga 52% dari rasio target yang ditetapkan oleh HSBC. Bank tersebut sebelumnya mencatat kenaikan laba sebesar 36% pada semester pertama 2011.

Pasar kemungkinan besar memaknai pemotongan pekerjaan itu dalam lingkup positif,” ujar Neil Smith, analis perbankan di WestLB AG. “HSBC harus tetap menjaga rasio pembiayaan mereka di bawah kontrol.” HSBC berencana untuk mengurangi biaya sekitar US$ 3,5 miliar dalam kurun 2 tahun mendatang untuk menangani inflasi upah di lingkup pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat dan mempersiapkan diri untuk aturan modal yang lebih ketat. Credit Suisse Group AG, UBS AG, Bank of America Corp dan Goldman Sachs Group Inc juga memotong gaji pegawai mereka sebagai investasi pendapatan perbankan yang melemah.

Bank-bank Eropa telah memangkas 230 ribu pegawai sejak awal krisis keuangan pada 2007, berdasarkan data Bloomberg. Saham HSBC naik 1,6% menjadi HK$ 78,2 pada 10:31 pagi, waktu setempat, di Bursa Saham Hong Kong. Ini menjadi performa terbaik di Hang Sex Index. Saham HSBC juga naik 2,2% menjadi 607,5 pence.

Pemotongan pegawai itu akan berdampak pada dukungan pegawai. “Kami mengakui adanya birokrasi yang tidak perlu di perusahaan selama beberapa tahun terakhir,” ujar CEO HSBC, Stuart Gulliver. Rasio efisiensi biaya perusahaan untuk unit di Asia sebesar 45,2% di semester pertama. HSBC sebelumnya memecat 5 ribu pegawai dan merekrut 3 ribu sampai 4 ribu karyawan baru di pasar berkembang. “Jumlah 30 ribu pegawai itu tidak termasuk pekerja yang mengundurkan diri saat penjualan aset,” kata Gulliver lagi.

HSBC, bank Inggris yang pertama melaporkan laba untuk semester pertama, mengatakan keuntungan naik menjadi US$ 9,22 miliar dari US$ 6,76 miliar di tahun lalu. Jumlah ini mengalahkan estimasi rata-rata tujuh analis yang disurvei Bloomberg sebesar US$ 7,82 miliar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)