Bintangnya Bisnis Infotainment

Ia disebut Raja Gosip. Pasalnya, hingga sekarang, tak ada pemilik production house sedominan dirinya dalam mengisi acara gosip di layar kaca. Kini tercatat, 6 program teve infotainment merupakan kontribusi perusahaannya. Sebutlah, Cek & Ricek (C&R) yang ditayangkan pada Selasa, Jumat dan Sabtu. Kemudian, Buletin Sinetron pada Rabu, 16.00 WIB. Keduanya ada di RCTI. Lalu, Halo Selebriti yang ditayangkan pada Selasa dan Kamis di SCTV. Yang cukup fantatis, Kroscek yang mengudara nonstop Senin-Minggu di Trans TV. Adapun dua acara terakhir mengisi acara di Metro TV, yakni Rumours pada Sabtu malam dan Great Romances pada Minggu malam.

Semua itu merupakan karya Ilham Bintang. Di ruang kerjanya yang luas di Lantai 2, di kawasan Meruya, Jakarta, pria yang memiliki tinggi 169 cm dan berat 68 kg ini menuntaskan semua proyek bisnisnya. Dunia informasi memang bukan sesuatu yang asing baginya. Kelahiran Makassar, 10 Mei 1955 ini pernah tercatat sebagai wartawan Harian Angkatan Bersenjata (1967-98), sampai harian tersebut ditutup. Uniknya, Ilham hanya sempat mengenyam pendidikan sampai SMA di Jakarta. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan nonformal seperti kursus jurnalistik dan sinematografi.

Penggila kerja ini merupakan sosok yang tak cepat puas. Setelah keberhasilan C&R di teve, setahun kemudian, 1997, ia meluncurkan Tabloid C&R melalui PT Bintang Advis Megamedia. Modalnya, Rp 125 juta. Tabloid yang dibidani lima wartawan, antara lain Marah Sakti Siregar dan Eko Yuswanto itu, kini masuk dalam jajaran tabloid gosip yang populer. Tirasnya disebut-sebut mencapai 110 ribu eksemplar, bahkan pernah menyentuh 230 ribu eksemplar. Tak heran, Ilham dengan bangga mengklaim, "Kami berada pada posisi ke-3 setelah Tabloid Nova dan Bintang Indonesia. Ini data dari SRI."

Begitu suksesnya Tabloid C&R, hanya dalam waktu satu bulan setelah diluncurkan 24 Agustus 1997, sudah balik modal. Awalnya, tabloid ini beroplah 80 ribuan eksemplar. Pada edisi ketiga, tiras meningkat 40% menjadi 100 ribu eksemplar. "Kami sempat kaget, dalam waktu setahun bisa punya kantor sendiri," tutur Ilham.

Dikatakannya, tahun pertama, Tabloid C&R sebenarnya belum terfokus pada iklan. Toh, pendapatan iklan tahun itu sekitar Rp 600 juta. Tahun kedua, pendapatan iklan meningkat menjadi Rp 1,1 miliar, lalu di tahun ketiga Rp 1,6 miliar. "Kontribusi iklan sekitar 75% total omset Tabloid C&R," kata Ilham. Omset tahun ini malah melampaui target, yaitu Rp 4 miliar lebih.

Menurut Ilham, Tabloid C&R memiliki kekuatan dalam berita dan cara menyajikannya. "Kejujuran merupakan kunci keberhasilan kami," ujarnya. Kekuatan lain, segmen yang dibidik tidak berbenturan dengan media infotainment lain. Boleh dikata, tabloid besutannya bergerak lebih leluasa dibanding tabloid lain sehingga tidak bertubrukan di segmen yang sempit. "Kami tidak bersaing head to head dengan Bintang Indonesia dan Star Nova, misalnya," katanya. Buktinya, ketika tabloid infotainment lain menggarap berita tentang Meteor Garden, ia tidak ikut tergoda.

Keberhasilan demi keberhasilan menjadikan Ilham makin pede. Tak heran, tahun ini ia membuat tren program teve baru yang funky dan nekat dengan target ABG, yaitu reality show. Program yang dihasilkannya adalah Katakan Cinta (RCTI) dan Harap-Harap Cemas (H2C, SCTV).

Ditayangkan pada sore hari, kedua acara tersebut merupakan hasil pengembangan dari dua acara beken yang berusia lima tahunan di Radio Prambors, Katakan Cinta dari Siapp (Siaran Paling Pagi), sementara H2C dari program Putuss (Pukul Tujuh sampai Sepuluh). Hal yang unik, pembawa acara di teve sama seperti pembawa acara di radio. Katakan Cinta dibawakan Venna Annisa dan Daniel Ahmad, sedangkan H2C dibawakan Arie Dagienk dan Desta.

Menurut Ilham, meskipun kedua acara tersebut berasal dari Radio Prambors, ia tak melakukan perjanjian dengan radio idola kawula muda Jakarta itu. "Kami malah bekerja sama dengan pembawa acaranya. Karena, ide acara ini berasal dari mereka," ujarnya. Kalaupun ada, itu hanya sebatas iklan.

Kepiawaian lelaki ini membuat acara telah diakui banyak orang. Terbukti, Jumat 12 Desember lalu, ia meraih Panasonic Award untuk dua kategori: acara infotainment terfavorit dan reality show terfavorit. Dua acara itu adalah C&R -- untuk yang ketiga kali berturut-turut -- dan Katakan Cinta. Bahkan untuk kategori infotainment, dua programnya yang lain, Buletin Sinetron dan Halo Selebriti, masuk nominasi. Kalau boleh memuji, Ilham sudah mirip Steven Spielberg di ajang Academy Award.

Terlepas dari pujian, Ilham memaparkan, ide suatu program biasanya datang melalui berbagai cara. Bisa ketika sedang sendirian, bisa juga ketika sedang mengobrol dengan teman, atau ketika menghadiri suatu acara. Namun, ide paling sering muncul ketika sedang mengamati program di teve. Seperti saat diwawancarai, di dinding ruang kerjanya menyala teve plasma ukuran besar. Ia mengamati acara-acara di teve, termasuk acara yang dibuatnya sendiri. Biasanya dari pengamatan ini bisa lahir ide baru.

Ilham mengungkapkan, setiap mendapat ide, langsung ia tulis. Kemudian, setelah menemukan bentuk program, tim yang mengerti masalah teknis seperti aspek audio dan penampakan diajaknya berdiskusi. Semua risiko, baik secara sosial, psikologi yang bersangkutan, kesehatan, maupun keamanan, juga didiskusikan. Jika semuanya sudah siap, saat itu juga ia bisa menghitung biaya yang akan dikeluarkan. "Waktu untuk melakukan semua ini (satu program) sekitar dua minggu," ujarnya.

Insting dan pengetahuan yang baik, diakui Ilham, merupakan hal penting dalam memilih program yang bakal boom. "Insting ini biasanya menyangkut seni. Ini anugerah," katanya. Contohnya, ketika Venna Anissa, penyiar Prambors dan mantan presenter Buletin Sinetron, menawarinya acara Katakan Cinta. "Awalnya, saya ragu juga. Program ini seperti membentur budaya," ujarnya. Seperti diketahui, dalam Katakan Cinta wanita pun bisa mengungkapkan cinta.

Hatinya mantap setelah anaknya yang duduk di SMP, Fikar Rizki (14 tahun), menyatakan apresiasinya yang besar terhadap acara tersebut. Walau anak-anaknya yang lain -- Rezanades Mohammad (23 tahun), mahasiswa S-2 Universitas Pelita Harapan; Yassin Yanuar (19 tahun), mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; dan Suri Adlina (8 tahun) -- menganggapnya biasa saja, ia sadar pendapat anak-anaknya merupakan bagian dari minat dan apresiasi yang berbeda.

Yang jelas, yang mendorong Ilham berprestasi baik di tabloid dan tayangan teve adalah jiwa kewartawanannya. "Jiwa saya terasa terbakar setiap melihat hasil kerja kami ditayangkan atau dibaca orang. Apalagi, melihat respons pemirsa yang bermacam-macam. Saya merasa senang," ujarnya. Hal inilah yang memacu dirinya memproduksi dan memproduksi lagi. "Jadi, tak semata-mata uang," katanya tegas.

Selain itu, ia juga merasa beruntung karena memiliki tim yang kreatif dan tangguh. Kendati enggan menyebut secara detail orang-orang yang jadi andalannya, menurut Ilham, semua karyawan memberi kontribusi yang besar terhadap keberhasilannya. Namun, ia menyebutkan nama-nama produser andalannya. Salah satunya, Fanny Rahmasari, presenter C&R sekaligus produser Katakan Cinta.

Ilham memiliki cara mengapresiasi karyawan yang selama ini jadi andalannya, yakni membuatkan mereka ?mainan? berbentuk perusahaan. Adapun Ilham hanya sebagai pemilik. Contohnya, PT Bintang Media Sari Usaha yang memproduksi empat program teve: Katakan Cinta, H2C, Rumours dan Great Romances. "Saya biasanya menantang mereka melakukan sesuatu," katanya. Agar perusahaan berjalan baik, ia menegaskan dari awal supaya mereka bekerja mandiri tanpa tergantung padanya.

Toh, bukannya ia tak memiliki kendala. Dikatakannya, kendala dalam bisnis ini adalah langkanya SDM yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual. "Banyak yang memahami gaji bulanan sebagai rezeki sesungguhnya. Sebenarnya, rezeki itu dari Tuhan. Selain itu, banyak yang ingin instan. Sebenarnya semuanya butuh proses," ujarnya.

Dengan pola memberi ?mainan?, tanpa terasa Ilham telah membentuk 7 perusahaan yang sering disebut sebagai Grup Bintang. Selain PT Bintang Media Sari Usaha, 6 lainnya adalah PT Bintang Advis Multimedia (memproduksi C&R, Halo Selebriti dan Buletin Sinetron), PT Bintang Sakti Mediatama (Tabloid C&R); PT Bintang Sakti Promo Piranti (PR dan event organizer), PT Bintang Mas Mediatama (Kroscek Senin, Kamis dan Jumat), PT Bintang Media Griya Usaha (Kroscek Selasa, Rabu dan Sabtu), dan PT Bintang Media Citra Utama (program infotainment GATE, Gebyar Tokoh dan Elit, diluncurkan di salah satu stasiun teve swasta dalam waktu dekat).

Dalam kerajaan itu, Ilham menuturkan, kontribusi dari tabloid hanya sekitar 20% total pendapatan Grup Bintang. Kontribusi infotainment masih terbesar, mencapai 60%, sementara event organizer 15%-20%. Adapun dari sejumlah program teve, sumbangan terbesar diberikan C&R (sekitar 40%), disusul Kroscek (25%). Sisanya, terbagi merata pada program Halo Selebriti, Buletin Sinetron, Katakan Cinta, H2C, Rumours dan Great Romances.

Meski menolak mengungkapkan secara detail, Ilham menjelaskan, program yang ia buat umumnya dijual putus. Artinya, ia tak mendapat bagian lagi dari iklan. Harga per episodenya sekitar Rp 50 juta. Jika dihitung secara kasar, saat ini Grup Bintang memproduksi sekitar 17 episode/minggu. Jika dikalikan Rp 50 juta, tiap minggu dari tayangan teve, perusahaan yang memiliki 200-an karyawan ini menghasilkan Rp 850 juta atau Rp 3,4 miliar/bulan.

Jual putus merupakan sistem yang terbentuk sejak ia terjun dalam bisnis ini. Ini dilakukan karena ia merasa tak menguasai masalah pemasaran yang mesti berhubungan dengan kalangan periklanan. "Saya lebih suka berkonsentrasi di produksi saja," ujarnya. Pernah suatu kali sistem revenue sharing coba diterapkan, nyatanya ia malah keteteran. Akhirnya, cara lain di luar sistem jual putus tak pernah dicobanya.

Melihat kesuksesannya sekarang, mungkin orang berpikir suami Adesiawarti (46 tahun) ini tak pernah gagal. Nyatanya, itu pun pernah ia alami. Persisnya di bisnis restoran yang merupakan bisnis patungan dengan temannya, Gandakusuma dan Argon. Resto C&R yang mereka didirikan gulung tikar. "Bisnis itu memang bukan kompetensi saya," katanya. Padahal, untuk mendirikan resto seluas 600 m2 itu, tak kurang dari Rp 2 miliar digelontorkan. Toh, ia tak kapok. Hanya, di masa mendatang, jika ingin menekuni bisnis yang bukan kompetensinya, ia berpinsip: akan menyerahkan pada yang benar-benar ahli. Jadi, apa persisnya rencananya ke depan?

Dengan mantap, ayah empat anak ini mengaku masih akan berkonsentrasi pada bisnis infotainment dan reality show. Rencananya, pada 2004 diluncurkan 10 program baru dari tangannya -- lebih dari 50% berbentuk reality show. "Ini sesuai dengan permintaan yang masuk," ujar pehobi jalan pagi ini.

Itu dari aspek program. Kalau dari struktur usaha, Ilham belum tahu bakal seperti apa Grup Bintang ke depan. "Saya akan terus menyesuaikannya dengan kondisi dan keadaan di lapangan," katanya diplomatis. Yang pasti, ditambahkannya, lima tahun pertama berdiri, Grup Bintang berhasil menjadi pionir dan memopulerkan infotainment lewat C&R. sekarang, memasuki lima tahun berikutnya, kelompok usahanya ini mampu menjadi pionir dan memopulerkan reality show. Hal ini diakuinya sangat membanggakannya. Jadi?

Masih dengan gaya diplomatis, Ilham mengatakan, akan terus menyesuaikannya dengan keadaan. Dan, yang terpenting bagi dia,  perusahaannya bisa melahirkan sosok-sosok wirausahawan di bidang program-program teve yang bisa dibanggakan.

Perihal membanggakan di sini, tampaknya sudah separuh jalan direguk Ilham. Alex Kumara, tokoh teve nasional, melihat bos Grup Bintang ini merupakan sosok pekerja keras yang mau menempuh risiko. Kesan ini ia dapatkan sejak mengenalnya pertama kali. Persisnya, sewaktu Ilham ingin membuat production house khusus infotainment. Ketika itu, Alex diajak bicara. "Saat itu saya kasih tahu tentang besarnya risiko usaha ini," ujarnya. Yang membuatnya kagum, tak ada sama sekali kemerosotan nyali yang muncul. "Padahal, saya tahu modalnya minim sekali," kata Alex.

Bisa dibayangkan apa yang dikatakan Alex. Memang, jika Ilham bukan pekerja keras dan nyalinya kuat, C&R tak bakal sesukses sekarang. Hal lain yang membuatnya sukses, Alex melanjutkan, Ilham merupakan sosok yang supel dan mudah berteman. Pujian ini pas dengan pernyataan Ilham tentang kiat suksesnya. "Yang penting, sungguh-sungguh dan banyak teman," ujarnya sambil menyudahi wawancara panjang kami. Mungkin, saat itu ada ide baru yang akan dituliskannya.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)