Bisnis Pos Gaya Rudy Pesik

Kisah MP, dituturkan Rocky Josep Pesik, anak sulung Rudy, bermula ketika ayahnya yang tengah jalan-jalan di Amerika Serikat kesengsem pada layanan kurir plus yang ditawarkan Excetra. Rudy tertarik dan ingin membawanya ke Tanah Air. ?Tapi setelah kami pelajari pola kerja samanya, ternyata benefit yang kami dapatkan tidak banyak. Soalnya cuma dijanjikan akan dilibatkan dengan perusahaan-perusahaan pengiriman barang. Padahal itu tidak perlu, karena kami sudah memiliki sendiri network ekspedisi,? ungkapnya. ?Juga, biaya franchise yang dipungut lumayan besar,? ujar General Manager MU ini. Akhirnya, Rudy memutuskan menduplikasi konsep itu di Indonesia.

 

Rocky yang Sarjana Teknik Kelautan ITB mengklaim MP tak sekadar toko perlengkapan pos. ?Boleh dibilang Mailshop Plus merupakan jasa layanan pos terpadu. Mulai dari pengiriman barang dan dokumen dalam dan luar negeri, juga ada kotak posnya,? ujarnya. Ia menambahkan, konsep dasar MP adalah menawarkan convenience retail store untuk pengiriman barang dan komunikasi. Alhasil, bisnisnya adalah layanan pengiriman barang tujuan domestik (menggandeng Caraka Jasa Ekspres), ekspedisi luar negeri (bekerja sama dengan DHL), agen penjualan benda-benda pos, fotokopi, wartel, kelengkapan lain pengiriman barang, serta kotak pos atau mail box.

 

?Bisa dikirim ke tujuan order.? Inilah yang membedakan jasa fotokopi, packaging dan penjualan benda pos MP dibanding pemain lain. ?Daripada orang menunggu 1-2 jam untuk fotokopi, lebih baik kami layani sekalian pengirimannya. Lebih praktis untuk Jakarta dan kota metropolis lainnya. Kami juga akan menambah layanan cetak foto digital yang bisa langsung dikirim ke alamat tujuan yang dikehendaki klien,? Rocky menjelaskan diferensiasi perusahaannya. Bahkan, untuk layanan korporat, MP juga pernah mendapat order dari perusahaan operator GSM lokal agar mengirim cokelat ke beberapa jaringan pelanggannya.

 

Dari beberapa fasilitas yang disodorkan MP, bisa dikatakan, jasa penyediaan mail box  yang lumayan unik. Meski bukan pionir, untuk kotak pos MP boleh jadi yang terbesar. Lihat saja, dari 23 cabang, ada 12 gerai yang menawarkan layanan kotak pos. Sementara itu, kompetitornya, Excetra (waralaba asing) dan Multiplus (lokal) tidak memiliki jaringan sebanyak itu.

 

Konsep kotak pos MP mirip dengan kotak pos milik PT Pos Indonesia (PI). Hanya saja, sementara PI identik dengan alamat PO Box nomor tertentu, maka kotak pos MP berciri khas kode MPI 00X (Jakarta), MTS 00X (Bandung), MSU 00X (Surabaya). Misalnya, MPI 00X Mailshop Pondok Indah. ?Kami bukan kompetitor langsung Pos Indonesia, justru sebagai mitra untuk jemput bola bagi masyarakat yang membutuhkan,? kata Rocky.

 

Bisa jadi inilah kelebihan MP, banyak jaringan dan lokasinya gampang dijangkau. Maklumlah, selama ini MP punya strategi hanya buka gerai di wilayah strategis, seperti mal, hotel, kampus, sentra bisnis dan pusat keramaian. Untuk setiap gerai, MP menyediakan locker kotak pos yang variatif. Di satu gerai MP terdapat 2-3 tower. Sebuah tower terdiri atas 32 kotak pos dengan tiga ukuran: small (9 x 14,5 x 40 cm3), medium (18 x 14,5 x 40 cm3) dan large (18 x 29 x 40 cm3). Itu artinya satu gerai ada 64-96 kotak pos, dan rata-rata satu gerai berhasil menjaring 20-40 klien per bulannya. Tarifnya?

 

?Tergantung lama kontrak. Tapi kebanyakan pelanggan pilih kontrak 3-6 bulan dan diperpanjang,? jawab Rocky. Tarif yang dipatok per tiga bulan Rp 127 ribu untuk small, Rp 157 ribu (medium), dan Rp 187 ribu (large). Untuk masa kontrak 6 bulan: Rp175 ribu (small), Rp 205 ribu (medium) dan Rp 235 ribu (large). Adapun untuk kontrak setahun: Rp 205 ribu (small), Rp 265 ribu (medium) dan Rp 317 ribu (large).

 

Menurut Rocky, target pasar bisnis kotak pos adalah perorangan dan korporat yang merahasiakan alamatnya. Untuk perorangan, biasanya datang dari kalangan mereka yang suka pindah rumah kontrakan, indekosan ataupun apartemen. Atau, mereka yang punya rumah, tapi alamatnya sulit dijangkau dan membingungkan ? seperti Jalan Mangga, Jalan Mawar ? serta nama-nama yang terbilang umum di Jakarta, dan banyak sekali. Sementara kalangan koporat, ada yang datang dari perusahaan yang membuka iklan lowongan kerja tapi ogah diketahui alamat dan identitasnya.

 

Para artis pun sudah familier dengan jasa kotak pos MP. Tujuannya, memusatkan alamat surat-menyurat dengan fans club. M. Tjahjadi Juniarso, manajer penyanyi Ari Lasso membenarkan hal itu. ?Kami berlangganan sejak tahun 2001. Lebih praktis dan menjaga privasi si artis,? papar pria yang lebih akrab disapa Yuyun itu. Biasanya, manajemen Ari Lasso memilih paket small yang diperpanjang saban 6 bulan.

 

Kendati dari sisi omset kontribusi kotak pos tidak signifikan,  Rocky optimistis bisnisnya terus merangsek. ?Untuk satu tahun ke depan kami targetkan total outlet di Jakarta saja 200 cabang,? ia berujar, dan optimistis target itu tercapai karena potensi pasarnya masih terbuka. Bahkan ia berambisi mewaralabakan MP ke Asia Pasifik. Namun sementara ini, domestik lebih digarap. ?Dalam waktu dekat kami akan buka gerai waralaba yang pertama di Kemang, Jakarta,? kata Rocky. Ia menambahkan, bagi calon franchisee cukup berinvestasi Rp 100-200 juta di satu gerai. Sayang, tak dijelaskan berapa return-nya

 

Begitulah salah satu fragmen bisnis Rudy Pesik: kalau dulu mau jadi franchisee, sekarang malah memproklamasikan sebagai franchisor.

 

 

 

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)