Bisnis Syariah Diproyeksi Melambat pada 2014

Bisnis berbasis syariah di Indonesia diperkirakan mengalami penurunan khususnya pada sektor perbankan dan keuangan pada 2014. Hal ini disebabkan masih berlarutnya krisis keuangan global yang diprediksi terjadi di tahun depan. Namun, diperkirakan bisnis syariah masih dapat bertahan di tengah gejolak pasar keuangan global.

syariah

Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad, mengatakan bahwa negara yang memengaruhi ekonomi global seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa masih disibukkan dengan pembenahan ekonomi di negara masing-masing.

“Ini menjadi tantangan industri berbasis syariah di tahun depan karena belum ada tanda-tanda perekonomian global akan membaik,” papar Muliaman.

Diprediksi pertumbuhan perbankan syariah dalam tingkat pesimis hanya mencapai 34,7 persen. Sedangkan tingkat optimis diproyeksikan mencapai 50,7 persen. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 47,46 persen. Untuk pertumbuhan pembiayaan sendiri mencapai 55,61 persen.

“Angka-angka tersebut adalah angka yang sangat optimis dengan asumsi perekonomian Indonesia bangkit dari berbagai masalah yang terjadi tahun ini,” kata Muliaman.

Financing to Deposit Ratio (FDR) sendiri diprediksi berada di kisaran 100 persen hingga 105 persen, tidak jauh berbeda pada tahun ini yang mencapai 105 persen. Selain itu, market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional dipredikisi tumbuh antara 5 persen hingga 5,5 persen. Market share tahun 2013, market share perbankan syariah mencapai 4,67 persen.

Di antara keterlambatan itu, diperkirakan pangsa pasar syariah sendiri mengalami pertumbuhan hingga 5 persen. Sedangkan, produk reksa dana syariah juga diperkirakan tetap menarik bagi investor. Pangsa pasar reksadana sendiri mencapai 7,71 persen dari total produk reksa dana yang ada di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)