CeBIT 2012, Peluang Bagi Perusahaan TIK Indonesia untuk Mendunia


Bagi pebisnis di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), atau bahkan industri kreatif sekalipun, CeBIT 2012 bisa jadi ajang eksibisi untuk memperluas jaringan pasarnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. CeBIT, yang dapat dikatakan ajang pameran niaga dan kongres sektor bisnis digital terbesar, mengusung tema sentral “Managing Trust” pada penyelenggaraannya 6 hingga 10 Maret 2012 nanti di Hannover Jerman. CeBIT sendiri telah diadakan sejak 1986 di Hannover, Jerman.

Kesempatan pameran melalui ajang CeBIT ini juga didukung oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang ke depan merencanakan akan menganggarkan dana untuk mengikutsertakan perusahaan skala UMKM ke berbagai pameran internasional. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa menganggarkan, walau tidak dapat menjanjikan, tapi paling tidak kita bisa menginformasikan ke bagian promosi dan citra yang menangani pameran ini,” ujar Budi Santoso, Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Kementerian Perdagangan.

Budi Santoso juga membuka pintu konsultasi bagi para perusahaan Indonesia yang ingin ikut serta dalam ajang pameran internasional tersebut. Ia mengharapkan agar perusahaan-perusahaan yang ingin dan akan mengikuti ajang eksibisi internasional, seperti CeBIT ini, berkoordinasi dengan pemerintah agar pemerintah tahu kebutuhan dan kendala para pengusaha industri kreatif ketika mengikuti ajang eksibisi internasional ini.

Juga hadir dalam sosialisasi itu perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, perwakilan Deutcshe Messe AG selaku penyelenggara ajang eksibisi CeBIT Guido Mack, dan beberapa perusahaan aplikasi dan perangkat lunak (software) dalam negeri seperti Zahir Accounting dan lainnya.

Tahun ini, Deutsche Messe juga menyelenggarakan CeBIT dengan jumlah 4000 peserta dari 70 negara, 339.000 pengunjung dari 110 negara, 500 Chief Information Officer (CIO) dengan volume perdagangan lebih dari 50 juta Euro, dan menghasilkan sekitar 7 juta kontak bisnis. Ketika ditanya mengenai keikutsertaan perusahaan Indonesia pada CeBIT tahun ini, Guido Mack tidak dapat memastikan jumlah perusahaan Indonesia yang ikut. Ia hanya mengira bahwa sepertinya ada perusahaan Indonesia yang turut serta dalam CeBIT tahun ini. (Deno)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)