CEO Apple Steve Jobs Pamer iClouds

CEO Apple Steve Jobs akan muncul di konferensi tahunan 6 Juni mendatang untuk meluncurkan layanan iClouds. Ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna menyimpan konten secara online dan mengintip versi baru dari software yang digunakan pada iPad dan iPhone. iClouds tampaknya menjadi bukti semakin ketat persaingan Apple dengan Amazon dan Google.

Steve Jobs yang saat ini masih dalam cuti medis, akan menyampaikan pidato utama di Worldwide Developers Conference di Cupertino, California, Amerika Serikat. Keputusan tersebut menjadi penampilan kedua Jobs du tahun ini, setelah debut iPad pada Maret lalu. Apple tampaknya bersaing dengan Google Inc dan Amazon.com Inc dalam menciptakan layanan yang memudahkan konsumen untuk menyimpan dan mengakses musik serta konten lain di internet.

Layanan yang memanfaatkan komputasi awan/cloud computing itu memungkinkan masyarakat menyimpan lagu dan konten lain secara online, daripada di server ataupun hard drive. Opsi komputasi awan tersebut membantu iPhone bersaing dengan ponsel yang didukung oleh perangkat lunak Android dari Google, ujar analis RBC Capital, Mike Abramsky. “Dalam menghadapi peningkatan pangsa pasar Android, kemampuan Apple dalam mempertahankan keunggulan pengalaman penggunaan produk mereka menjadi sangat penting di pasar smartphone,” kata Ambramsky.

Apple mengatakan akan mendemonstrasikan fitur dari software iOS terbaru ini dengan perangkat genggam iPhone. Selain itu, Apple akan memamerkan Mac OS Lion, perbaruan sistem operasi ke delapan untuk laptop dan desktop Mac. “Dua platform ini akan berkaitan lebih erat satu sama lain,” ujar Carl Howe, analis di Yankee Group, Boston. Apple mungkin juga memasukkan sistem notifikasi baru di iOS yang memungkinkan pengembang memperbarui sistem peringatan program mereka.

Jobs sebelumnya memanfaatkan konferensi pengembang terbesar Apple ini untuk memperkenalkan produk baru mereka, iPhone misalnya. Tahun ini, perusahaan tampaknya tidak akan memamerkan iPhone terbaru, ujar pihak Apple yang enggan disebutkan namanya, berdasarkan keterangan Bloomberg. Sebaliknya, gadget canggih terbaru itu akan muncul di musim gugur, ujar Abramsky.

Penawaran fitur komputasi awan yang disebut iCloud itu akan menjadi 'perbaikan' dari produk MobileMe yang juga milik Apple. MobileMe diperkenalkan pada 2008 yang memungkinkan pengguna membayar US$99 per tahun untuk menyimpan email, kalender, foto dan konten lain di server Apple. Layanan tersebut memiliki kekurangan berupa ketidakmampuan mengirim dan menerima email.

Saat ini, Apple telah membangun pusat data senilai US$ 1 miliar di North Carolina yang memungkinkan pengguna menyimpan konten mereka di layanan komputasi awan milik Apple, ujar Howe. Layanan terbaru itu mungkin melibatkan perubahan pada iTunes. Apple saat ini berhasil mencapai kesepakatan dengan tiga label rekaman besar untuk membiarkan pengguna mengakses musik baru mereka dari perangkat Apple via internet.

Apple mengikuti jejak Google dan Amazon.com dalam memberikan layanan streaming musik kepada konsumen dari sistem komputasi awan tanpa perlu mengunduh / download ke hard drive. Di lain pihak, juru bicara Apple Jennifer Bowcock menolak berikan komentar kepada pers.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)