Chairman Groupon Berambisi Raup Keuntungan Besar


Chairman Groupon Inc, Erik Lefkofsky mengakui kerugian yang sempat dihadapi Groupon beberapa waktu lalu merupakan awal dari wildly profitable (keuntungan besar-besaran). Ia juga berambisi meningkatkan profit dari Starbelly.com, InnerWorkings Inc dan Echo Global Logistics Inc.

Tiga perusahaan tersebut dan Groupon merupakan buah kesuksesan Lefkofsky yang pada 2 Juni lalu melakukan penawaran saham perdana (IPO) Groupon. “Saya akan berada di ranah teknologi dalam waktu yang cukup lama,” kata Lefkofsky. “Saya akan mulai mendirikan banyak perusahan. Mereka tentu bukan perusahaan fiktif. Ini adalah bisnis besar. InnerWorkings menguntungkan. Echo menguntungkan. Groupon wildy profitable.

Pendiri Groupon, situs kupon online, mengatakan minggu lalu akan mengumpulkan dana US$ 750 juta dalam penawaran saham perdana. Di sisi lain, perusahaan yang berbasis di Chicago itu berhasil meraih keuntungan 14 kali lipat yaitu US$ 644,7 juta, tahun lalu. Meskipun memang, Groupon mengalami kerugian US$ 540,2 juta sejak didirikan pada 2008 terkait biaya perusahaan yang meningkat drastis.

Komisi Bursa dan Sekuritas AS membatasi pernyataan 'gembar-gembor' perusahaan soal prospek masa depan mereka kepada investor potensial sejak pengisian data IPO hingga perdagangan saham. CEO Groupon, Andrew Mason juga sempat meminta para pegawai mereka untuk tidak membuat komentar apapun tentang perusahaan. “Dalam kurun 90 hari mendatang, kita berada dalam 'periode tenang' sehingga kita tidak booleh membuat pernyataan masa depan apapun tentang perusahaan,” kata Mason dalam memo internal perusahaan. “Apapun yang kita katakan bisa dianggap 'mengguncang saham'. Karena itu, tolong jangan katakan apapun soal Groupon kepada siapapun yang tidak bisa dipercaya.”

Melihat perjalanan karir Lefkofsky, pria ini memang terkenal matang dalam dunia teknologi. Pada 2011, ia mendirikan operator layanan cetak InnerWorking yang mendaftarkan saham perdana pada 2006. Selanjutnya, ia mendirikan Echo Global Logistics pada 2005 yang IPO pada 2009. Lefkofsky juga salah satu pendiri Starbelly.com, penjual perangkat promosi online, pada 1999, meskipun selanjutnya perusahaan itu dibeli oleh Ha-Lo Industries dengan harga US$ 240 juta.

Seiring dengan pertumbuhan penjualan, kamiu juga sempat mengalami hutang yang akhirnya melimpuhkan perusahaan ketika tren mdoe berubah pada tahun 90an,” ujar Lefkofsky menjelaskan kebangkrutan perusahaannya yang lain, Brandon Apparel Group. Meskipun begitu, Lefkofsky optimis menjadi pemain berpengaruh di pasar teknologi via Groupon.

Groupon merupakan bisnis raksasa,” kata Lefkofsky menjelaskan situs yang memiliki setidaknya 500 pangsa pasar di seluruh dunia. Pria ini memberikan Mason US$ 1 juta untuk menelurkan The Point, pelopor Groupon yang didirkan pada 2007 untuk membantu para aktivis mengumpulkan dana atau membuat daftar petisi via internet. The Point kemudian menginspirasi Mason untuk menciptakan situs Groupon. Pemilik saham terbesar Groupon saat ini adalah Green Media LLC yang dimiliki oleh

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)