Cikarang Dry Port Bidik 14 Kantong Industri

Sejak beroprasi pada April 2011, Cikarang Dry Port (CDP) semakin diminati perusahaan untuk kegiatan shipping ekspor dan impor. Pada bulan ketujuh beroperasi, telah ada 20 perusahaan yang menjadi konsumen terminal kering milik PT Jababeka Tbk. ini. “Mayoritas customer memang dari kawasan Kota Jababeka, yakni 70%. Sisanya, dari luar Jababeka,” ujar Benny Woenardi, Direktur CD saat journalist site visit Kawasan Industri Jababeka. Beberapa perusahaan yang ada di kawasan Jababeka antara lain Mattel Indonesia, Samsung, Unilever, Kraft Foods, dan perusahaan lainnya.

Benny mengklaim CDP memiliki potensi yang sangat besar. Sebab, CDP merupakan integrated logistic system yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT). “Nah, semua perijinan shipping bisa dilakukan di sini. Jadi, sangat efisien ketimbang pengurusan di Tanjung Priok yang sudah sangat padat,” katanya. Pihaknya telah memiliki international port code: ID-JBK. CDP juga telah bekerjasama dengan perusahaan pelayaran internasional seperti Maersk Line, CMA-CGM Group, dan ADL.

Benny menargetkan koridor timur sebagai sasaran pasar. “Menurut studi, 60% kegiatan ekspor-impor dilakukan perusahaan yang berada di Bekasi. Kalau shipping proses dilakukan di CDP akan sangat efisien,” katanya. Saat ini ada sekitar 14 kantong industri di Bekasi yang menjadi potensi pasar CDP.

CDP memiliki luas 200 hektar dengan kapasitas hingga 200 ribu kontainer. “Pelaku ekspor-impor bisa melakukan perijinan shipping di sini, sehingga ketika load-unload di Tanjung Priok tidak perlu menunggu perijinan lagi,” katanya. Untuk pengapalan, kontainer dikirim dari CDP ke Tanjung Priok menggunakan moda kereta api maupun truk. “Angkutan kita lengkapi dengan electronic seal, sehingga bisa dipantau keamanannya,” tandas Benny. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)