Dana Siswa Bangsa US$ 5 Juta untuk Pendidikan Anak Muda

Siswa Bangsa, salah satu inisiatif Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang berbentuk koperasi dan menyediakan bantuan finansial untuk siswa-siswi berprestasi Indonesia dari keluarga prasejahtera senilai US$ 5 juta untuk program “Dana Siswa Bangsa”. Sumber dana ini berasal dari hasil kerja sama kemitraan publik-swasta antara USAID, UBS AG (UBS), Raiffeisen Bank International AG (RBI) dan Putera Sampoerna.

Pengelolaan pinjaman dana pendidikan akan dilaksanakan oleh Siswa Bangsa dan PSF. Nantinya pinjaman akan dialokasikan untuk pembiayaan sekitar 300 siswa-siswi Indonesia dari keluarga prasejahtera untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka. Siswa Bangsa mempunyai kapabilitas untuk menyeleksi siswa-siswi berpotensi serta memiliki prasarana untuk meminjamkan dana kepada siswa-siswi tersebut.

Program pinjaman dana pendidikan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak muda Indonesia . Program ini merupakan contoh kerja sama publik-swasta antara pemerintahan Amerika Serikat dengan pihak swasta di Indonesia,” ujar H.E. Scot Marciel, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Daniel Harel, UBS AG Managing Director, menyadari bahwa upaya filantrofi merupakan perhatian utama nasabah dan pihaknya memiliki aspirasi untuk berinvestasi dan berkontribusi di semua komunitas di mana UBS beroperasi. Di Indonesia, memberdayakan kaum muda melalui pendidikan merupakan salah satu upaya sosial UBS.

Gross Enrollment Rate (GER) Indonesia di tingkat pendidikan dasar dan menengah setara dengan negara berkembang lainnya, seperti Singapura , Malaysia , dan Thailand . Meski perbandingan GER yang berimbang di tingkat pendidikan dasar dan menengah, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara tersebut. Tahun 2010 PDB per kapita Indonesia yang sebesar US$ 4.310 jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia (US$ 15.116), Thailand (US$ 8.655), dan Singapura (US$ 57.596). Salah satu faktor yang memengaruhi kesenjangan ini adalah perbedaan dalam GER di tingkat pendidikan tinggi, di mana Indonesia berada di tingkat 14,6% dibandingkan Malaysia (28,3%), Thailand (35,3%) dan Singapura (33,7%). Dari lebih kurang 25 juta penduduk Indonesia berumur 19-23, hanya sekitar 4,5 juta yang terdaftar di universitas-universitas di seluruh Indonesia.

Untuk akses pendidikan tinggi, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Menyadari kecilnya jumlah remaja Indonesia yang melanjutkan ke perguruan tinggi, maka kami menyediakan solusi dalam bentuk pinjaman dana pendidikan lunak berjangka panjang, yaitu Dana Siswa Bangsa,” ungkap Nenny Soemawinata, Putera Sampoerna Foundation Managing Director.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)