DCI Indonesia Gandakan Kapasitas Data Center

DCI Indonesia (DCI) dan Equinix Inc. penyedia layanan interkoneksi dan data center, meresmikan tahap kedua JK1 yang membuat data center Tier IV design pertama di Asia Tenggara ini kini memiliki kapasitas ganda. DCI yang didirikan pada tahun 2011 oleh pengusaha Toto Sugiri dan membuka layanannya pada tahun 2013 sebelumnya telah memiliki 400 kabinet.

Dengan kerja sama ini akan ditambahkan 400 lagi kabinet sehingga total mencapai 800 kabinet di data center yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100 Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Direncanakan tahap kedua gedung data center pertama mereka yang disebut JK1 akan mulai beroperasi penuh pada bulan Februari 2016.

Marina Budiman, Presiden Direktur DCI menyebutkan, permintaan pasar atas layanan cloud dari berbagai sector terus berkembang, karena itu diperlukan layanan data center berkelas dunia dengan kapasitas lebih besar.

“Pembangunan tahap kedua ini juga memberikan kesempatan bagi pelanggan yang sudah ada untuk menambahkan kapasitas jika diperlukan, selain dapat digunakan oleh pelanggan baru, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Marina dalam siaran pers yang diterima redaksi SWA hari ini (4/2).

Tahap kedua JK1 juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan data center dengan tersedianya koneksi langsung ke Indonesia Internet Exchange (IIX) melalui 12 penyedia jaringan ternama. Hal ini bisa terwujud karena adanya kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) guna menghadirkan berbagai pilihan jaringan bagi pelanggan.

Dengan fasilitas terbaru dari data center ini, maka bandwidth Internet ke luar negeri dapat dikurangi. Selain itu, pelanggan dapat mengakses konten yang berada di dalam IIX secara lebih cepat. Kelebihan ini memberikan keuntungan bagi pengguna data center karena aksesnya menjadi lebih cepat.

Ki-ka- Clement Goh, Marina Budiman, Jamalul Izza Ki-Ka: Clement Goh, Clement Goh, Managing Director, Equinix Asia Selatan; Marina Budiman, Presiden Direktur DCI; Jamalul Izza, Ketua Umum APJII

“Kemitraan DCI dengan Equinix ini dipastikan mempercepat proses perluasan JK1 dan juga sebagai bukti komitmen kami untuk mengajak lebih banyak operator bergabung sehingga memperkaya network density. Hal ini kami wujudkan dalam bentuk kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sehinga pelanggan data center mendapatkan lebih banyak pilihan untuk melakukan koneksi direct peering ke IIX. Tentu saja hal ini sangat membantu perusahaan global yang ingin membangun ataupun memperluas bisnis mereka di Indonesia,” tambah Marina.

Adapun Jamalul Izza, selaku Ketua Umum APJII menyebut pihaknya menyambut baik kemitraan dengan DCI Indonesia untuk dapat menyediakan akses langsung ke Indonesia Internet Exchange (IIX) yang dikelola oleh APJII di data center JK1.

“Hal ini sejalan dengan visi dan misi kami, yaitu secara aktif berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan tata kelola Internet Indonesia untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia di bidang teknologi internet dan juga meningkatkan lalu lintas lokal seperti yang tertuang dalam salah satu program APJII. Kami harapkan dengan kehadiran IIX di JK1, DCI Indonesia dapat memberikan manfaat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan industri internet.” kata pria yang akrab disapa Jamal, itu.

Marina menerangkan, sekarang ini JK1 memiliki 120 inter koneksi ke berbagai penyedia jaringan. Pelanggannya sendiri terdiri dari berbagai sektor yaitu sektor keuangan (78%), layanan cloud dan TI (13%), penyedia jaringan (6%) dan perusahaan umum (3%). “Tahap kedua ini akan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk membuka lebih banyak kesempatan bisnis dengan berinterkoneksi dengan penyedia jasa Internet lainnya,” jelas Marina.

Ekspansi ini juga memperluas jangkauan pelanggan global dari Equinix yang hendak mendirikan usaha atau meningkatkan bisnisnya di Indonesia dengan ketersediaan dan kehandalan yang diberikan melalui data center Equinix International Business Exchange (IBX).

“Langkah untuk melakukan perluasan JK1 serta adanya akses langsung ke IIX ini bukan hanya untuk memenuhi permintaan pelanggan dari sector jasa keuangan saja, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan penyedia layanan cloud dan konten terhadap interkoneksi ke berbagai penyedia jaringan,” kata Clement Goh, Managing Director, Equinix Asia Selatan.

Equinix sendiri merupakan penyedia layanan data center di tingkat global. Di dunia, Equinix yang berdiri sejak tahun 1998 dan berkantor pusat di Kalifornia, AS, memiliki tak kurang dari 145 data center yang tersebar di berbagai negara. Perusahaan-perusahaan kakap seperti Google, Netflix dan Amazon merupakan tiga di antara 4500 pelanggannya.

Marina lebih lanjut menjelaskan, DCI memperoleh sertifikasi Tier IV Design pada tahun 2014. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa data center ini memiliki standar kelas dunia karena memenuhi persyaratan dan standar sebagai penyedia data center yang memiliki redundancy tertinggi, hal ini berarti potensi terjadinya kegagalan dalam memberikan layanan kepada pelanggan sangat kecil.

Eddy Dwinanto Iskandar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)