DealKeren: Work Hard, Play Harder!

Jika berbicara soal suasana kantor, sebagian besar masyarakat tentu membayangkan kesan kaku dan formal. Meja dan kursi yang tertata rapi. Lantai yang licin dan bersih. Pegawainya juga kinclong. Namun, hal 'membosankan' itu tidak muncul di suasana kantor DealKeren, situs pemberi diskon terbesar di Indonesia. Pasalnya, ini sesuai dengan 'jiwa' manajemen DealKeren yaitu work hard, play harder.

Bisnis penawaran diskon merupakan sesuatu yang baru di dunia. Living Social misalnya, baru 2 tahun memperkenalkan layanan tersebut di Amerika Serikat. Karena itu, kami ingin memperkenalkan produk tersebut secara maksimal ke masyarakat. Meskipun, kami tidak ingin sekadar dicap sebagai situs pemberi diskon. Kami provide value ke merchant dan anggota. Kami termasuk marketing consultant,” ujar Managing Director DealKeren, Adrian Suherman.

Situs pemberi diskon yang sudah melebarkan sayap di Jakarta, Bandung, Jogyakarta dan Surabaya ini memang tergolong muda. Namun, meski berusia satu tahun, situs yang sudah diakuisisi Livingsocial, asal Amerika Serikat, itu berkembang pesat. Terhitung sebelum Desember 2010, hanya 10 merchant yang menjadi mitra DealKeren, namun hingga September 2011, DealKeren berhasil menggandeng sekitar 700 merchant. “Setiap hari, ada 2 hingga 3 penawaran diskon. Pertumbuhan kami memang sangat pesat. Sebelum Desember 2010, jumlah transaksi kurang dari 5 ribu per bulan. Tapi kini, kami bisa meraup 50 ribu hingga 100 ribu transaksi per bulan,” kata Adrian dengan bangga.

Jumlah transaksi memang menjadi tambang emas bagi situs yang didirikan Agustus 2010 itu. Pasalnya, DealKeren memperoleh komisi 50% hingga 60% dari jumlah transaksi yang didaftarkan per merchant. Mitra DealKeren pun tidak hanya pebisnis makanan dan minuman. “Komposisi lingkup merchant yang menjadi mitra kami diantaranya 50% restoran, 10% produk, 15% travel dan 25% health and beauty,” ujar Adrian yang kini menggawangi 100 pegawai.

Meskipun begitu, perjalanan kesuksesan DealKeren tidaklah mudah. “Kesulitan utama yang saya rasakan untuk membangun DealKeren terkait human resource (sumber daya manusia). Cukup sulit menemukan aset pegawai yang benar-benar berkomitmen untuk membangun situs online yang baru seperti ini. Selain itu, saya ingin menerapkan beberapa aspek budaya kerja di Amerika Serikat yang seringkali dinilai terlalu menekan,” kata Adrian lagi.

Menurut Adrian, perusahaan yang bergerak di 'dunia online' memiliki tingkat stres yang tinggi. “Perkembangan DealKeren sangat pesat namun sumber daya manusia kami masih cukup terbatas. Dengan jumlah pegawai ini, kami mengolah tanggung jawab semaksimal mungkin. Ini (pekerjaan) seperti tidak ada habisnya,” ujar Adrian sambil tertawa.

Karena itu, Kantor DealKeren memiliki ruangan yang seperti tempat bermain anak. Ada perangkat Play Station, Nintendo, table football, ruang makan, kursi bola dan banyak lagi. Tambahan, untuk menyegarkan pandangan, ruangan tersebut berdinding kaca yang langsung menghadap ke pemandangan langit.

Selain itu, manajemen DealKeren juga menerapkan keterbukaan dan demokrasi antar pegawai. “Dunia teknologi memerlukan ide-ide segar yang kreatif. Karena itu, perusahaan membebaskan pegawai untuk memberikan ide cemerlang dan unik, kapanpun dan dimanapun. Kami sangat terbuka dengan sesuatu yang baru dan hal tersebut tentunya tidak bisa muncul bila perusahaan menerapkan birokrasi yang rumit,” ujar Adrian.

Berbicara soal penerapan budaya kerja Amerika Serikat ke lingkungan kerja di Indonesia, Adrian menyoroti soal 'tekanan tanggung jawab'. “Di Amerika Serikat, reward pegawai sangat bergantung pada performa. Bahkan, bila pegawai tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan, mereka bisa dipecat. Target oriented inilah yang ingin kami bangun. Meskipun, kami tidak langsung melakukan tindakan ekstrim seperti pemecatan mendadak. Ada evaluasi tersendiri,” tegas Adrian.

Karenanya, menyontoh perusahaan raksasa Google dan Facebook, DealKeren berusaha menyeimbangkan ritme kehidupan para pegawai yang memiliki tekanan kerja tinggi dengan unsur fun di kantor. Sama seperti tagline anak muda zaman sekarang, work hard and play harder!

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)