Diferensiasi Promosi Jadi Trik Jitu Beriklan

Direktur biro iklan terkemuka JWT, Lulut Asmoro, mengakui banyak perusahaan yang beriklan untuk kepentingan jangka pendek. Akibatnya, loyalitas konsumen terhadap produk menjadi lemah dan konsumen gampang tergiur hadiah atau gimmick produsen lain. Oleh karena itu, perusahaan harus diferensiasi promosi.


Ketika ada produk sabun lainnya yang menawarkan karat lebih tinggi sebagai hadiah, konsumen bisa dipastikan mudah beralih dengan tawaran yang lebih menggiurkan. Namun berbeda halnya jika sebuah promosi mampu mengikat konsumen. Ini tidak berbicara soal harga,” kata Lulut lagi. Pada setiap kliennya, Lulut menyarankan untuk berpromosi tidak hanya jangka pendek namun juga jangka panjang. Tidak hanya TOM (Top Of Mind) yang perlu dipikirkan namun juga performa dari merek tersebut.


Performa yang disebut Lulut sebagai Brand Pressence itu mencakup kualitas produk, pendekatan pada konsumen. "Top of Mind adalah yang paling atas. Tapi TOM tidak cukup kalau kita hanya berpromosi sekadar dalam bentuk bonus-bonus," kata Lulut lagi.


Lulut sendiri mengakui harus mengadakan tarik-menarik dengan klien. Ketika Ia menyarankan agar promo tidak sekadar dipermukaan, klien malah memilih program jangka pendek. "Apapun jenis promosinya sebetulnya bergantung apakah promo tersebut bisa menghasilkan efek positif atau tidak," jelasnya.


Kemudian Lulut mengumpamakan promosi seperti tukang Sate. "Ada tukang sate yang jualannya tidak ada tukang sate lainnya. Ada juga tukang sate yang berada ditengah tukang sate lainnya, namun teriaknya paling keras. Dan ada juga tukang sate yang berteriak keras dengan menu khas berbeda dari tukang sate lainnya,"


Akhirnya semua bermuara pada diferensiasi promosi. Satu hal lagi yang ingin ditekankan Lulut, jangan sampai promo hanya memikirkan pesaing dengan kategori yang sama. "Seringkali beriklan di TV hanya memikirkan pesaing kita sesama produk. Banyak yang lupa ketika kita beriklan di TV, kita bersaing dengan ratusan produk kategori lainnya untuk meinta perhatian konsumen,” tegas Lulut. (Acha)



Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)