DKI Jakarta Catatkan Realisasi Investasi Rp30,1 Triliun Kuartal II 2020

Provinsi DKI Jakarta mencatatkan nilai realisasi investasi pada Kuartal II tahun 2020 (April – Juni) sebesar Rp30,1 triliun. Selama periode ini realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) DKI Jakarta sebesar US$0,8 miliar atau setara dengan Rp12,2 triliun dengan kurs APBN 2020 US$1= Rp 14.400 dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) DKI Jakarta sebesar Rp17,9 triliun.

Berdasarkan data BKPM RI, DKI Jakarta meraih realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp30,1 triliun pada Triwulan II tahun 2020, menempati urutan pertama sebagai Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, melalui keterangan tertulis.

Dengan demikian, Realisasi Investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama Semester I tahun 2020 (Januari – Juni) mencapai Rp50,2 triliun atau berkontribusi 12,5% dari Total Realisasi Investasi PMA dan PMDN Nasional sebesar Rp402,6 triliun. “Ini menunjukkan bahwa masih adanya geliat investasi di Ibu Kota meskipun di tengah Pandemi Covid-19,” tambah Benni.

Kendati demikian, Benni menyampaikan, terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29% pada Triwulan II tahun 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. Hal ini, jelas Benni, disebabkan karena faktor pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi.

Hal sebaliknya terjadi pada Realisasi Investasi PMDN DKI Jakarta yang tetap menunjukkan performa positif pada triwulan kedua ini yang mengalami kenaikan sebesar 10,49% bila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

“Pencapaian ini merupakan bukti bahwa berbagai kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta saat Pandemi Covid-19 menuju masyarakat sehat, aman dan produktif disambut baik oleh para investor dan tetap menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif di Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Benni merinci sektor usaha yang mencatatkan nilai realisasi investasi tinggi dan menarik minat investor dalam menanamkan modalnya di Jakarta. Bagi investor PMA sektor usaha yang paling diminati adalah perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai realisasi investasi sebesar US$ 308 juta atau berkontribusi sebesar 36% dari total realisasi investasi PMA DKI Jakarta pada Triwulan II tahun 2020.

Sementara bagi investor PMDN, sektor yang paling diminati adalah sektor usaha Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi, dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp6,6 triliun pada Triwulan II tahun 2020.

Ia menambahkan, data realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah Kota Administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp 13,5 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 8,3 triliun dan PMDN sebesar Rp 5,2 triliun.

Kedua, Jakarta Pusat dengan realisasi investasi sebesar Rp 8,8 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 1,7 triliun dan PMDN Rp 7,1 triliun. Ketiga, Jakarta Utara dengan realisasi investasi sebesar Rp3,4 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 936 miliar dan PMDN sebesar Rp 2,5 triliun. Keempat, Jakarta Barat dengan realisasi investasi Rp 2,3 triliun terdiri dari PMA Rp430 miliar dan PMDN Rp1,9 triliun, dan Jakarta Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp2 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp799 miliar dan PMDN Rp1,2 triliun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
DKI Jakarta

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)