Donda Hutagalung Buktikan Penyandang Disabilitas Merupakan Aset Penting Perusahaan

Donda Lucia Hutagalung(tengah, bersyal merah) pendiri Anweca di antara karyawan difabel di pabriknya di Meruya Selatan, Jakbar (30/11).

Sejak lama, penyandang disabilitas kerap mendapat stigma sebagai individu yang tidak mampu berkarya produktif. Namun, anggapan keliru tersebut ditepis oleh Donda Lucia Hutagalung, pengusaha wanita pendiri dan pemilik PT Anugraha Wening (Anweca) yang bergerak di bidang garmen dan perdagangan berbagai perlengkapan keamanan dan keselamatan karyawan biasa hingga aparat bersenjata. Dirinya sejak lama mempekerjakan penyandang disabilitas di pabriknya yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Tengah.
Bersama anak perusahaannya yaitu PT Adita Dhanya Anindita (ADA) yang berlokasi di Jawa Tengah, Anweca mempekerjakan penyandang disabilitas tuna rungu yang telah mendapat pendidikan keterampilan menjahit. "Saya tekankan bukan saya yang membantu, tapi justru saya yang banyak dibantu oleh karyawan dengan disabilitas," ujarnya ketika diwawancara media di kantor merangkap pabriknya di Jl. H. Juhri, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (30/11).
Menurut Donda, karyawan dengan disabilitas yang dipekerjakannya sangat membantu di bagian produksi. Para penyandang disabilitas pun mendapat tugas yang penting seperti membuat pola, pemotong, penjahit dan sebagainya untuk menghasilkan berbagai produk seperti rompi keamanan, pakaian tahan api, jas hujan dan lainnya. "Para pekerja difabel di sini bekerja dengan tekun, dan rapi. Bahkan mereka bekerja dengan sangat fokus. Itu saya saksikan sendiri saat mereka bekerja," ujar Donda yang mempekerjakan 4 pekerja difabel di pabrik Jakarta dan 20 di Jawa Tengah.
Masih menurut Donda, dalam perekrutan SDM para difabel, perusahaannya bekerjasama dengan sebuah Yayasan yang memberikan pendidikan dan pelatihan ketrampilan untuk penyandang tuna rungu di beberapa kota di Indonesia.
Menurut Kusuma Prabandari , pemerhati tuna rungu yang turut hadir dalam acara menyebutkan, kepedulian Anweca dan Ada dalam mempekerjakan para penyandang tuna rungu tidak terlepas dari kepedulian pelanggan perusahaan yang merupakan Instansi/Lembaga/Perusahaan besar yang peduli pada kaum disabilitas. "Para Pelanggan ingin memberikan kontribusi positif bagi kaum disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi. Jadi, jika pelanggan tetap mempercayakan kebutuhan garmentnya kepada Anweca dan Ada, secara otomatis semakin banyak kaum disabilitas yang tertolong dalam kemandirian ekonomi merekaā€¯, imbuh Kusuma.
Produk Anweca sendiri selama ini telah banyak dipercaya oleh perusahaan pertambangan, perkebunan dan manufaktur besar. Untuk produk rompi keamanan, pelanggan yang utama adalah perusahaan tambang besar di wilayah Indonesia Timur, yang mensyaratkan mutu standard internasional. Untuk produk Baju Anti Api, pelanggan yang utama adalah perusahaan minyak terbesar di wilayah Indonesia Barat. Bahkan untuk produk anti peluru pelanggan utamanya adalah POLRI.
Kondisi tersebut tak mengherankan. Pasalnya, produk-produk Anweca memiliki sertifikat internasional seperti EN-471 untuk rompi keamanan ; EN ISO 11612, NFPA 2112 (2012), NFPA 70E untuk Flame Resistant Clothing : dan banyak lagi lainnya.
Anweca sendiri telah memiliki Sertifikat ISO 9001:2008 dan terdaftar pada Buku APDN (Apresiasi Produk Dalam Negeri) ESDM, sejak 2013, sebagai Perusahaan Indonesia pertama yang mampu memproduksi baju anti api. Produk Anweca juga bersertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Proses produksi pun memakai US Federal Standard, dengan Quality Control garment yang cukup ketat.
Adapun menyambut Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember ini, Donda menyebutkan, Anweca & Ada mengucapkan terima kasih kepada para karyawan khususnya para difabel yang selama ini berkontribusi dan menjadi bagian dari proses produksi garmen di perusahaan ini. "Dengan terus berharap dalam jangka menengah hingga panjang semakin banyak kaum disabilitas yang dapat bekerja di perusahaan ini tak terbatas hanya di bagian produksi ( jahit ) namun lebih luas untuk bagian lain. Hingga bukan tak mungkin suatu saat dapat diwujudkan sebuah difabel garmen," papar Donda penuh harap.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)