Dr Kunio Torii: Umami Diperlukan untuk Menjaga Kesehatan Fisik

PT Ajinomoto Indonesia-produsen bahan makanan- mendukung upaya para ilmuan dengan membagi hasil temuan terkini, khususnya manfaat rasa baru umami (penambah rasa) dengan menggelar Symposium on Umami and Glutamat: Safety and Nutrition Health Benefit Beyond Food Additive di IPB International Convention Center, Bogor. Simposium yang diprakarsai oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan didukung oleh Ajinomoto Indonesia  ini diikuti sekitar seratus ilmuan dari berbagai institusi se-Jabodetabek menghadirkan pembicara Dr Kunio Torii dari Institut for Innovation Jepang, Prof Hardinsyah dari Fakultas Ilmu Ekologi Manusia IPB, serta Eugene Imm dari Umami Information Center (UIC) Thailand.

Menurut Dr Kunio Torii, masyarakat, khususnya nutrisionis, perlu mengetahui bahwa umami bukan sekadar bahan makanan tambahan yang berfungsi menambah kelezatan makanan, melainkan juga memunyai fungsi penting dalam proses pencernaan dan kesehatan tubuh manusia. Hasil penelitian di Jepang bahwa rasa baru umami  dihasilkan oleh asam amino Glutamat yang memberikan stimulasi yang berefek positif sejak makanan tersebut masuk ke mulut sampai proses pencernaan lebih lanjut di dalam usus. Percobaan yang dilakukan menunjukkan peranan Glutamat dalam beberapa aspek penting metabolisme tubuh termasuk di dalamnya pengaturan berat badan dan pola diet. “Umami memiliki potensi dan kontribusi dalam pengaturan diet dan gaya hidup sehat,” kata Kunio

Di sisi lain, Hardinsyah, ahli nutrisi dari Instritut Pertanian Bogor (IPB), mengungkapkan, aspek keamanan salah satu sumber rasa umami oleh masyarakat disebut monosodium glutamat (MSG)/vetsin. Merujuk pada berbagai penelitian dan kajian ilmiah yang kompeten, keragu-raguan terhadap pengunaan penyedap rasa seharusnya tidak perlu ada. Justru perlu diperdalam dan diperluas terkait peran para ahli untuk melihat dan memanfaatkan potensi nutrisi dan kesehatan, termasuk untuk produk penyedap rasa. MSG itu sebenarnya alami, karena bisa dibuat dari tetes tebu, bahkan ketika diproses ada cairan yang disebut tetes tebu, dan dari gula tadi dipermentasi menjadi glutamate, supaya padat maka ditambahkan sodium dan nutrium. Bahkan di luar negeri ada juga yang dibuat dari jagung, umbi-umbian, pokoknya yang ada glukosa karbohidratnya,  bisa dibuat jadi glutamate, tergantung dari negaranya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)