EC-Think: Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Indonesia Turun di 2012

Krisis utang Eropa yang terjadi sekarang ini baru akan benar-benar terasa dampaknya bagi perekonomian Indonesia pada 2012. Melalui empat jalur transmisi, yaitu melalui pasar modal, pasar valuta asing, jalur harga, dan jalur perdagangan, krisis utang Eropa akan merambat ke Indonesia dengan dua skenario yang disimulasikan yakni slow motion crisis (SMC) dan full blown crisis (FBC), di mana pada skenario SMC pertumbuhan bisa turun ke 5,9 persen, sedangkan pada skenario FBC pertumbuhan dapat turun lebih dalam lagi pada level 5,2 persen. Untuk Inflasi, pada skenario SMC inflasi bisa turun ke 4,5 persen dan pada skenario FBC bisa turun hingga ke tingkat 3,5 persen, dengan catatan efek krisis dihitung berdasarkan selisihnya terhadap baseline skenario pada 2012.

Hal ini dinyatakan oleh Tellisa Aulia Falianty, spesialis makroekonomi EC-Think yang juga menjadi staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dalam diskusi yang digelar EC-Think Selasa (18/10) dan juga dihadiri Iman Sugema, CEO EC-Think dan Aviliani, Ketua EC-Think.

Lebih lanjut Tellisa menjelaskan dalam skenario SMC diasumsikan terjadi capital outflow sebanyak kurang lebih 5 persen dari cadangan devisa. Selain itu terjadi pelemahan permintaan global yang mengakibatkan penurunan harga internasional sebesar 7 persen. Dalam skenario FBC, lanjut Tellisa, capital outflow adalah sebesar 15 persen dari cadangan devisa, permintaan global yang melemah mengakibatkan penurunan harga internasional 20 persen secara rata-rata. “Namun dalam kenyataannya penurunan permintaan global tidaklah sama untuk semua jenis barang,” tambahnya.

Menurut Tellisa,  skenario SMC mengisyaratkan bahwa GDP riil Indonesia menurun 0,43 persen dari baseline dan inflasi akan menurun 0,683 persen dari baseline. Ia melanjutkan, penurunan GDP dan inflasi terjadi dalam skala yang lebih besar pada skenario FBC, yaitu 1,074 persen untuk GDP riil dan 1, 709 dari baseline untuk inflasi. “Secara umum, krisis akan mengakibatkan turunnya pertumbuhan ekonomi dan ini adalah berita buruk. Berita baiknya adalah inflasi akan turun,” simpul Tellisa.

Prediksi EC-Think mengenai dampak krisis utang Eropa disimulasikan dengan menggunakan software General Equilibrium Macroeconomic (GEMA). Menurut pihak EC-Think, software ini mengaplikasikan struktur general equilibrium ke dalam model standar ekonomi makri yang meliputi dua pasar, yakni pasar uang dan pasar barang, baik domestik maupun internasional.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)