Erajaya Optimistis Penjualan BlackBerry di Indonesia

Belum lama RIM mengumumkan kerugiannya hingga US$ 518 juta. Revenue-nya pun terjun 43%. Melemahnya pasar BlackBerry global ternyata tak banyak mempengaruhi pasar Indonesia. Penjualannya terus meroket, bersaing dengan Samsung.

Beberapa waktu lalu RIM mengumumkan kerugian US$ 518 juta yang dideritanya pada kuartal kedua 2012. Revenue-nya turun 43% ke titik US$ 2,8 miliar. Tak sedikit pemain ritel yang mundur dari kancah penjualan BlackBerry. Namun hal tersebut tak berlaku bagi Erajaya Group.

"Lebih dari 50% BlackBerry yang beredar di Indonesia itu didistribusikan TAM lho, anak usahanya Erajaya. Jadi kami tahu betul kondisi pasar BlackBerry di sini," tutur Djatmiko Wardoyo, Direktur Komunikasi dan Pemasaran Erajaya Group, dengan percaya diri.

TAM atau PT Teletama Artha Mandiri merupakan salah satu anak usaha Erajaya yang mendistribusikan Blackberry, Samsung, Sony Mobile, dan Huawei. Menurutnya, BlackBerry dan Samsung adalah dua brand paling laris di Indonesia. Setahun terakhir, angka penjualannya saling susul mendominasi 10 brand lain yang ditangani Erajaya.

"Menyimak penjualan kedua brand itu asyik. Di PRJ kami punya dua booth, yaitu Blackberry dan Samsung. Secara unit, penjualan BlackBerry lebih banyak. Namun secara value, Samsung lebih tinggi," tutur Djatmiko pada pembukaan Android Nation, Jumat 6 Juli 2012.

Erajaya seperti tak terpengaruh isu negatif BlackBerry. Buktinya, tahun ini ritel sekaligus distributir produk telko ini berani menambah empat outlet BlackBerry Store. Dua BlackBerry Store telah dibuka di semester pertama 2012. Dua BlackBerry Store lainnya akan dibangun di semester kedua. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)