Ericsson Berambisi Raup Untung dengan Paten

 

Ericsson AB, produsen jaringan ponsel terbesar di dunia, berencana meningkatkan pendapatan besar-besaran melalui lebih dari 27 ribu paten seluler terkait akses nirkabel. Ambisi itu wajar, memang. Ericsson membantu mengembangkan sistem komunikasi seluler global yang memungkinkan handsetterhubung dari London ke Jakarta.Apalagi, Ericsson merupakan pemegang portofolio paten komunikasi nirkabel terbesar di dunia. “Pada 2015, dua pertiga pengguna perangkat seluler akan memanfaatkan sejumlah konektivitas,” kata CEO Ericsson AB, Hans Vestberg, seperti diungkapkan Bloomberg. “Semua perusahan atau produsen yang ingin memanfaatkan konektivitas itu harus melakukan perjanjian dengan Ericsson.”

Hak kekayaan intelektual milik Ericsson itu mencakup, pada dasarnya, semua lingkup industri telekomunikasi, termasuk paten nirkabel. Pendapatan Ericsson dari paten naik uda kali lipat menjadi US$ 704 juta tahun lalu, dibandingkan pada 2006. “Jika kita ingin memiliki 50 juta perangkat yang terkoneksi pada 2020, kita tidak hanya berbicara soal handest,” kata Vestberg. “Ini tidak akan praktis bagi kita jika hanya membuat negosiasi bilateral dengan semua produsen. Kita membutuhkan model bisnis baru dan perlu bekerja secara berkelompok.”

Koneksi suatu perangkat berarti juga berbicara soal pengiriman containers yang mentransmisi posisi dan suhu interior. Sama seperti peralatan yang terhubung dengan jaringan. Sistem pemanas, alat monitor kesehatan dan manajemen lalu lintas mobil pun memanfaatkan sensor dan pemancar nirkabel. Ericsson berencana meraup royalty dari kekayaan intelektual dari daerah-daerah yang sebelumnya tampak ‘tidak menguntungkan’, tegas Vestberg.

Juli lalu, Ericsson bergabung dengan berbagai grup perusahaan, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp dan Sony Corp, untuk membeli lebih dari 6 ribu paten Nortel Network Corp yang bernilai US$ 4,5 miliar. Sebulan kemudian, Google Inc setuju membeli Motorola Mobility Holdings Inc senilai US$ 12,5 miliar untuk meningkatkan jumlah paten seluler mereka serta memperluas bisnis hardware. Helena Nordman-Knutson, analis Pareto Oehman yang berbasis di Stockholem, memperkirakan paten Ericsson setidaknya bernilai US$ 15,5 miliar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)