Gali Emosi Demi Kepuasan Pelanggan


Emosi merupakan unsur utama yang diperhatikan PT Link Net, perusahaan pengelola First media yang mendistribusikan layanan internet (FastNet) dan TV kabel (Home Cable). Dari segi postif maupun negatif, emosi menjadi 'kacamata' perusahaan dalam mencari tahu apa yang diinginkan konsumen.

 

Saat ini kami memiliki sekitar 500 ribu pelanggan yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Bali. First Media menjual produk dengan kualitas premium sehingga sangat penting bagi kami memahami emosi konsumen. Pasalnya, emosi konsumen mempengaruhi apakah orang tersebut mau merekomendasikan produk kami atau tidak ke orang lain,” kata CEO PT Link Net, Hengky Liwanto.

 

Bila dilihat dari harga yang ditawarkan, First Media memang memposisikan diri berada di segmen A, B dan C. Namun, tak menutup kemungkinan mereka yang ada di segmen D juga bisa menikmatinya. Seperti produk tv kabel, fasilitas Home Cable misalnya, First Media menggunakan fiber optik yang boleh jadi ada beberapa area yang tak sengaja bisa mendapatkan fasilitas koneksi tv berbayar ini. Boleh jadi mereka yang berada di kelas agak ke bawah pun ikut berbicara tentang pengalamannya mendapat koneksi dari tv berbayar ini. “Gak masalah selama mereka tahu kualitas produk kami,” ujar mantan eksekutif dari Indofood ini.

 

Seperti diketahui, sejak 2007 First Media menawarkan tv berbayar lewat Kabel Vision yang menggunakan sistem analog. Namun secara perlahan mereka mengganti jaringan analog menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat First Media ke televisi yang digunakan untuk Home Cable, merek dagang baru yang diluncurkan First Media dari merek sebelumnya yakni, Kabel Vision dan Digital.

 

Kualitas layanan menjadi unsur utama perusahaan dalam menumbuhkan emosi positif. ”Kekuatan sinyal tv kabel kami dapat menjangkau 4 tv di rumah dengan resolusi yang sama. Kalau konsumen mengeluh karena tidak mendapat layanan tersebut, kami memberi layanan gratis. Tapi biasanya, ini terjadi kesalahan teknis pengguna misalnya kabel tidak terpasang dengan baik,” kata Hengky lagi.

 

Di kategori pay tv, perusahaan tak hanya menawarkan HomeCable, stasiun tv yang memakai standar digital video broadcasting (DVB). Teknologinya sudah berkembang ke produk HomeCable HD, siaran tv beresolusi tinggi pertama di Indonesia, yang memungkinkan penonton televisi merasakan sensasi film-film yang memiliki teknik audio-visual mutakhir.

 

Dari segi harga, First Media mengklaim telah memberikan harga terbaik. FastNet misalnya. Dengan kapasitas 20 MHz, layanan tersebut ditawarkan dengan harga Rp 2 juta. Hengky belajar dari pengalamannnya membawa Indomie hingga mampu merajai industri mie instan di tanah air. Dari situ ia mendapatkan banyak informasi tentang karakter pelanggan di tanah air. ”Produk kami barangnya beda,”promosi Hengky.(Acha)

--

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)