Gandeng Foresight Asia, AS Louken Masuki Pasar Indonesia


 

Konsultan merk dan waralaba (branding and franchising) AS Louken Grup yang bermarkas di Singapura, kini memasuki pasar Indonesia dengan menggandeng Foresight Asia, perusahaan konsultasi komunikasi asal Indonesia. AS Louken dan Foresight Asia mendirikan PT AS Louken Indonesia pada 20 Oktober 2011 sebagai bentuk kerja sama dan upaya untuk mengoptimalkan penggarapan pasar waralaba di Indonesia. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Luke Lim, CEO AS Louken, dan Danny Anthonius, CEO Foresight Asia.

Danny Anthonius mengakui bahwa kerja sama ini dilakukan untuk menggairahkan bisnis kecil dan menengah (small medium enterprise) di Indonesia, walaupun tidak menutup kemungkinan mereka menerima klien dari pihak korporasi. “Kita ingin melakukan sesuatu untuk Indonesia, salah satunya dengan cara mempertemukan investor luar negeri dengan merk lokal Indonesia atau sebaliknya,” ungkap Danny melalui keterangan persnya di kantornya di daerah Kuningan, Jakarta, Kamis (20/10).

Luke Lim, yang mendirikan AS Louken pada 2000, menilai bahwa Indonesia sebagai emerging market memiliki potensi yang bagus di bidang waralaba. Danny menambahkan bahwa kualitas merk-merk lokal tidak kalah dengan merk franchise luar negeri, seperti Breadtalk, The Soup Spoon, dan lainnya. “Yang diperlukan adalah pengelolaan secara profesional yang sistematis karena kualitas dari produk Indonesia itu sendiri tidak kalah dengan produk-produk luar negeri,” tambah Danny.

Luke berjanji bahwa AS Louken siap memberikan kontribusi kepada Indonesia, baik membawa merk-merk dan produk-produk dari luar masuk ke Indonesia, maupun sebaliknya, yakni membawa merk-merk dan produk lokal Indonesia menembus pasar internasional.

Sebagai langkah awal di tahun ini, Danny menargetkan AS Louken Indonesia mendapatkan 3 klien. “Karena tahun ini sudah mau berakhir, kami tidak muluk-muluk dalam target. Mungkin 3 hingga 5 klien bisa kami raih hingga akhir tahun ini,” ungkap Danny. Danny juga memberi tahu bahwa sudah ada 15 sampai 20 merk Singapura yang mau masuk Indonesia. Namun terkendala pada pencarian partner di Indonesia. “Maka sekitar bulan depan, kami akan adakan seminar mengenai franchise dalam upaya mempertemukan antara pengusaha luar negeri dengan calon partner bisnisnya di Indonesia,” tambah Danny.

Sejak didirikan pada 2000 di Singapura,  kini AS Louken telah memiliki sekitar 300 klien di Singapura dan negara-negara wilayah Asia. Berbegai merk lokal Singapura yang telah ditangani AS Louken dan bisa memasuki pasar internasional di antaranya BreadTalk, Charles & Keith, The Soup Spoon, dan lainnya. Foresight Asia sendiri yang didirikan pada 2001 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa konsultasi seperti komunikasi, hubungan masyarakat, publikasi, dan layanan pelatihan. Foresight Asia juga dikenal melalui penerbitan berbagai coffe table book, antara lain 'Indonesia Now and Beyond', 'Indonesia Bersyukur' (kerja sama dengan Citibank), dam 'Negeri Seribu Raja' (kerja sama dengan Sidomuncul), 'Senyum dan Harapan' (kerja sama dengan Kaltim Prima Coal).

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)