Garudafood Targetkan Pertumbuhan Bisnis di Atas 25%

 

Sudhamek AWS mengungkapkan, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan bisnis di atas 25%. “Dari pertumbuhan angka penjualan itu tentu saja akan mendongkrak market share yang memang harus terus ditingkatkan,” ujar CEO Garudafood itu seraya mengatakan untuk produk snack Garudafood sudah menguasai 26% total pangsa pasar yang ada, sehingga Euro Monitor menobatkan sebagai “The king of snack.

 

Menurutnya, penyusunan agenda bisnis tahun 2011 selalu dimulai lebih awal yaitu sejak pertengahan tahun, tepatnya pada bulan Juli. “Planning cycle saja, bukan budgeting, yang sudah dimulai dari bulan Juli 2010. Di situ kami mulai menyusun business plan untuk tahun ke depan. Setelah itu, tahap berikutnya diadakan rakornas pada bulan Desember,” jelas Sudhamek lagi.

 

Business plan itu menyangkut kebutuhan internal dan eksternal. Awalnya Garudafood mempelajari eksternal dulu. Bulan Juli adalah waktu untuk memelajari kinerja di tahun berjalan. Di akhir tahun, barulah dilihat seperti apa kinerjanya. Di tahap itu mulai dipelajari dimensi makro kemudian perusahaan menyajikan pembicara-pembicara terkait hal itu. Dari situlah business plan mulai dikerjakan.

 

Sudhamek melihat tahun depan tantangan masih sama saja seperti tiap tahun yaitu soal kompetisi masih menjadi salah satu masalaht. Selain itu kesiapan bahan baku masih menjadi tantangan tersendiri karena harga bahan baku masih fluktuatif. Dan tantangan yang terakhir adalah bagaimana agar karyawan-karyawannya tetap inovatif dan kreatif. “Kalau semua dengan sistem yang baik dan dipersiapkan, maka kami bisa menganalisa hal apa saja yang harus dipersiapkan tahun 2011 dan siap hadapi tantangan,” tegasnya.

 

Bisnis bukan soal bahaya menurut Sudhamek. Menurutnya, semua akan akan mampu diatasi dan tergantung pada eksekusi. “Kalau eksekusinya bagus semua yang direncanakan akan terwujud. Intinya bagaimana dengan strategi yang disusun dalam business plan,” dia menguraikan lagi.

 

Menghadapi tantangan tahun 2011, Sudhamek melihat dibutuhkan seorang pemimpin perusahaan yang memiliki kemampuan untuk merumuskan strategi dan mewujudkan dalam tingkatan operasi. Strategi yang disusun harus mencakup berbagai aspek baik internal maupun eksternal, mikro ataupun makro dan mampu menerjemahkannya menjadi eksekusi. Untunglah, hal ini telah dipersiapkan Garudafood dan didukung dengan tool Balance Scorecard.

Strategi memang sangat dibutuhkan dalam menyiapkan rancangan bisnis 2011. Namun, Sudhamek menolak mengatakan strateginya walaupun untuk arahnya mau kemana. Dia hanya menjelaskan bahwa strategi yang dianut selalu tumbuh dalam 2 jalur yaitu organik dan anorganik. Organik itu tumbuh dengan bisnis yang sekarang ada, sedangkan anorganik itu tumbuh dengan cara akuisisi atau merger. Prinsip kerja inilah yang dilakukan Sudhamek untuk mencapai visi 2015.

 

“Untuk anorganik kami akan mencapai goalnya pada tahun 2015. Kami hanya tumbuh dalam organik saja saat ini,” katanya. Alasannya, perusahaan ingin menjadi besar dengan cara tumbuh secara organik saja akan berat. Maka butuh pertumbuhan dengan anorganik di masa depan.

 

Sudhamek mengaku, akan mulai melakukan aksi akuisisi tahun 2011. Dia tidak mengatakan apa yang akan diakusisi, namun yang jelas, pihaknya hendak mencaplok perusahaan makanan dan minuman baik dalam negeri ataupun luar negeri dengan pertumbuhan bisnis yang bagus. “Kalau untuk mencapai pertumbuhan yang cepat, maka akuisisi jangan ke distress company, tetapi yang baik kinerjanya. Kecuali jika tujuannya untuk beli perusahaan dibenahi lalu dijual lagi,” dia memaparkan.

 

Dia pun akan terus membangun budaya. “Karena yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah perusahaan yang mempunyai budaya yang tumbuh. Di Garudafood hal itu sudah didesain dengan rapi dari waktu ke waktu. Untuk membangun budaya yang rapi membutuhkan waktu 5-6 tahun,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)