GM dan LG 'Makin Intim' demi Kendaraan Listrik

General Motors (GM) tampaknya tidak tanggung-tanggung melebarkan sayap. Setelah sebelumnya berhasil mengalahkan penjualan Toyota Motor Corp di semester pertama 2011, GM kini menggandeng LG Group untuk merancang dan membangun kendaraan listrik/electronic vehicles masa depan.

Keputusan itu semakin mempererat hubungan yang dibangun LG sebagai pemasok sel baterai untuk Chevrolet Volt dan Opel Ampera extended-range EV. Perjanjian kerja sama yang ditandatangani kedua belah pihak pada Rabu (24/8), akan membantu GM menambah portofolio kendaraan listrik yang sedang diproduksi dan dijual oleh GM saat ini.

"Dengan tercetusnya strategi kemitraan kami ini, diharapkan bisa menjadi solusi tepat untuk kebutuhan transportasi masa depan. Konsumen akan memperoleh keuntungan dengan mendapatkan teknologi hemat bahan bakar (fuel-saving technology) yang terbaru ini sehingga lebih menghemat waktu dan uang," kata GM Vice Chairman Steve Girsky.

Keberhasilan sistem extended-range propulsion pada Volt dan Ampera menjadi titik tolak GM berkolaborasi dengan produk lain, khususnya di system kelistrikan. Divisi pengembang LG dan GM akan bekerja sama untuk membangun komponen-komponen kunci, serta struktur dan system kelistrikan kendaraan. Kendaraan yang dibangun dari kerja sama ini akan dijual di berbagai negara di dunia.

Hubungan GM dengan LG dimulai dengan pasokan sel-sel baterai LG untuk Chevrolet Volt dan Opel Ampera. Pengembangan sel baterai tersebut dilakukan lewat demonstrasi armada Chevrolet Cruze versi listrik. Kendaraan tersebut digunakan sebagai kendaraan resmi KTT G20 di Seoul dan sekarang sedang melakukan fase pengujian pasar untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemampuan dan kebutuhan pasar.

"Ini merupakan perkembangan strategis bagi LG dan kami sepenuhnya mendukung tujuan GM untuk memimpin industri otomotif dalam pengembangan kendaraan listrik," kata President and Chief Operating Officer LG Corp, Juno Cho. Teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan saat ini terkait dengan adanya pembatasan emisi gas buang yang lebih ketat lewat peraturan konsumsi bahan bakar di seluruh dunia, termasuk perjanjian Penghematan Bahan Bakar Rata-rata Perusahaan (Corporate Average Fuel Economy/ CAFE) di Amerika Serikat menjadi 23,2 km/l (54,5 mpg) yang mulai diberlakukan pada akhir 2025.

Mobil listrik yang tidak memiliki knalpot dan tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), diharapkan akan memainkan peran utama dalam mencapai tujuan CAFE tersebut. Waktu peluncuran kendaraan listrik yang merupakanm hasil pengembangan GM dan LG ini akan diumumkan dalam waktu dekat. Perjanjian tersebut tidak melibatkan pertukaran saham antara perusahaan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)