GT Radial Berhasil Rangkul 90 Negara

Sebagai merek lokal, GT Radial terbilang sukses karena berhasil diekspor ke 90 negara yang tersebar di Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Asia. Di bawah bendera PT Gajah Tunggal Tbk, GT Radial bahkan menguasai 20% pangsa pasar Srilanka dan Mesir.

Di Filipina, GT Radial meraup 10% pangsa pasar produsen ban dan 4% di Inggris serta 2-3% di Amerika Serikat. Yang menarik, label 'asal Indonesia' sangat melekat di produk GT Radial. “Mereka (konsumen) tahu bahwa GT Radial merupakan merek dari Indonesia. Ini merupakan prestasi yang membanggakan dan harus terus ditingkatkan,” ujar General Manager Marketing PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notohardjo.

Sekadar menengok ke belakang, GT mulai ekspor pada tahun 1993. Kala itu, tujuan ekspor masih berkutat di Asia dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut dipilih lantaran cukup bagus sebagai pijakan awal. Istilahnya dalam masa belajar. Maklum saja, setiap negara menerapkan persyaratan tertentu untuk produk. Apalagi produk ban yang berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. Sadar akan hal itu, GT pun melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan memperkuat sisi Research and Development (R&D ) untuk menciptakan produk yang mendapat sertifikasi bertaraf internasional.

Sertifikasi ini penting karena akan memupuk kepercayaan konsumen pada sebuah produk,” ujar Arijanto. Saat ini, GT Radial mengantongi berbagai sertifikat mutu seperti E-Mark (Eropa), komunitas departemen transportrasi Amerika, TUV Cert (Jerman), DOT, serta ISO 90001. Sertifikasi mutu merupakan hal krusial agar dapat lenggang kangkung ke negara-negara tujuan. “Itu juga menunjukkan kualitas dari merek tersebut,” tambah Arijanto.

Arijanto mengungkapkan untuk masuk ke pasar global, perusahaan harus melakukan berbagai persiapan dari segi produk maupun jaringan pemasaran. GT Radial sendiri memilih strategi penunjukan business partner di beberapa negara atau kawasan. “Penunjukan mitra dilakukan sangat selektif. Misalnya, dilihat sebesar apa capital mereka, jaringan distribusi serta dedicated team dari calon mitra,” kata Arijanto serius. Itu perlu dijalankan secara selektif lantaran berpengaruh pada pemasaran GT Radial di negara tertentu. “Biasanya, kita memilih yang berpengalaman di industri ban,” kata dia. Selain itu, Arijanto mengaku juga menggunakan jaringan ritel besar seperti Wall Mart dan Carrefour. “Jadi, produk kita yang sudah muncul di ritel mampu memudahkan konsumen,” kata dia.

Untuk menjaga performa penjualan GT Radial di beberapa kawasan, GT juga membangun marketing office di beberapa negara. Seperti Singapura untuk kawasan Asia, Inggris dan Jerman untuk Eropa, serta Amerika Serikat dan Kanada. Kantor perwakilan tersebut juga bertugas melakukan berbagai aktifitas branding. “Setiap negara dan kawasan berbeda-beda caranya,” ujar Arijanto tanpa menjelaskan lebih lanjut. Yang pasti, GT Radial juga punya racing team bernama GT Radial Drift Team. Tim inilah yang rajin ikut ajang drifting di berbagai kejuaraan dunia. “Pembalap kita berasal dari Australia, Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.

Arijanto mengaku saat ini 85% dari total kapasitas produksi ban sebesar 40 ribu/hari diperuntukkan pasar ekspor. Di pasaran global, GT Radial menyasar segmen value. “Pasar ban dibagi tiga segmen, yaitu premium, value, dan budget. Meski kita bermain di segmen tengah, tetapi kualitas kami tidak kalah dengan yang premium,” ujar dia seraya menambahkan kualitas karet Indonesia sudah diakui dunia. Harga GT Radial di pasaran global berkisar antara US$ 25 hingga lebih dari US$ 90. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)