Harendong Unggulkan Keunikan Teh Oolong

Sebagai turunan teh hijau, teh oolong memiliki aroma dan rasa yang unik. Inilah yang dimanfaatkan PT Harendong dalam memperkenalkan produk bermerek Banten Tea di pasar mancanegara. Yang menarik, sejak bermain di pasar luar negeri, hingga September 2011, perusahaan berhasil meraup Rp 500 juta.

 

Ekspor memang menjadi keunggulan Banten Tea. Meski berdiri sejak 2010 dan baru mulai ekspor di awal 2011, perusahaan memasarkan 60% produk untuk ekspor dan 40% untuk pasar domestik. Ambisi pun tak tanggung-tanggung. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi 2 ton per bulan di 2012, jauh lebih tinggi dengan saat ini yaitu 500 kilogram per bulan.

 

Jumlah peminum teh saat ini meningkat sangat drastis, bahkan menggeser jumlah peminum kopi. Sayangnya, popuaritas teh hitam dan merah semakin turun karena ketiadaan promosi dan dukungan pemerintah. Inilah yang dimanfaatkan oleh perusahaan. Kai ingin memperkenalkan varian the lain yang sedikit pemainnya yaitu teh oolong,” kata Presiden Direktur PT Harendong, Dr. Ing. Alexander Halim.

 

Menurut Alexander, keunggulan oolng tea yang menyebabkan produknya mampu diterima oleh pasar mancanegara adalah aroma dan wangi dari oolong tea itu sendiri. Ketika dikenalkan dengan oolong tea, yang merupakan produk turunan dari green tea dan dengan keunggulan keharumannya, maka pasar mancanegara berhasil diraih oleh Banten Tea. Apalagi, aroma dan kewangiannya greean tea sedikit agak kurang jika dibandingkan dengan ooolng tea.

 

Selain itu, Alexander menilai hal yang paling utama untuk meyakinkan negara-negara tujuan ekspor dari Banten Tea adalah dengan adanya sertifikasi dari badan sertifikasi teh internasional, IMO. IMO sendiri mengawasi proses-proses produksi yang dilakukan oleh produsen-produsen teh di dunia. Semuanya harus serba organik jika ingin mendapatkan sertifikasi dari IMO.

 

Berbicara soal pesaing, Alexander mengaku cukup santai. “Banten Tea tidak menganggap produsen lain sebagai kompetitor, namun dipandang sebagai partner. Untuk menyiasati persaingan yang ada, Banten Tea tetap berpegang dan berkeyakinan akan kualitas yang kami miliki,” tegas Alexander. Apalagi, Banten Tea cukup unggul karena banyak produsen oolong tea yang tidak punya sertifikat IMO.

 

Perusahaan kini berhasil meraup pasar Eropa, Amerika Serikat dan Kanada. Saat ini, memang Banten Tea masih mengandalkan strategi promosi di pameran, Jepang misalnya. Namun, Alezander tidak mau melupakan jasa internet mengingat 20%-30% konsumen mendapatkan informasi awal dari situs perusahaan. “Karena itu, kami selalu mengembangkan pemanfaatan media internet agar konsumen lebih mudah mendapatkan informasi tentang produk-produk Banten Tea,” kata Alexander lagi.(Acha)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)