Harga Komoditas Ekspor Utama Indonesia Turun 20%

Harga-harga komoditas ekspor utama Indonesia telah mengalami penurunan terimbas gejolak krisis zona Eropa. Contoh, batu bara, karet, minyak sawit dan tembaga menurun sampai 20%. Penurunan tersebut menyumbang terhadap melemahnya ekspor danbergeraknya neraca ke arah defisit.

Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle, saat melaporkan perkembangan perekonomian Indonesia edisi Juli 2012 di Jakarta, Kamis (12/10). Menurut Stefan, rupiah juga terus melemah, turun sekitar 10% terhadap US$ sejak Agustus 2011.

"Meskipun Indonesia masih menikmati pertumbuhan kuat dibandingkan dengan negara-negara ekonomi berkembang lainnya, namun Indonesia tidak dapat menghindar dari dampak penurunan ekonomi global, terutama jika harga komoditas dunia dan permintaan seperti di Cina terkena dampaknya," kata Koeberle.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Chatib Basri, mengatakan, saat ini Indonesia tidak terlalu terpengaruh terhadap kondisi Eropa karena investasi benua tersebut di negeri ini tidak signifikan.

Negara yang investasinya terbesar di negeri ini adalah Singapura, kemudian Jepang. Di 2012 yang cukup mengejutkan adalah Korean Selatan menempati posisi tiga investasi terbesar di Indonesia. "Jadi kebanyakan investasinya berasal dari east asia, namun begitu tak ada negara yang benar-benar kebal dari pengaruh krisis Eropa," ujar Chatib.

Sedangkan realisasi angka investasi harus masih menunggu sampai akhir Juli 2012. Per kuartal 1 2012, menyentuh angka Rp 71,2 triliun, secara year on year (yoy) tumbuh 32%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)