Hasil Survei Dimension Data Network Barometer Report 2016

Perusahaan di seluruh dunia melakukan peremajaan pada perangkat jaringan mereka lebih cepat sebagai antisipasi penerapan workplace mobility, internet of things (IoT), dan strategi software-defined networking. Selain itu, peremajaan yang dilakukan bersifat lebih strategis karena disertai pemikiran arsitektur yang bervisi. Tetapi, meski tingkat peremajaan perangkat tahun ini lebih tinggi, jaringan semakin kurang aman, sebagian besar karena patching yang diabaikan.

Berikut adalah beberapa highlight hasil riset tahunan yang dilakukan oleh Dimension Data yang dikumpulkan dalam laporan bertajuk Network Barometer Report 2016 yang dirangkum dari data 300 ribu insiden layanan yang terekam di jaringan klien yang didukung oleh Dimension Data. Dimension Data juga melakukan 320 pengujian melalui technology lifecycle management meliputi 97,000 perangkat jaringan beragam perusahaan dari berbagai sektor industri di 28 negara.

Hendra Lesmana, Presiden Direktur Dimension Data Indonesia, mengatakan, “Sejak tahun 2010, kami merekam data bahwa banyak jaringan telah mengalami penuaan. Laporan tahun ini membalikkan tren tersebut, dan untuk pertama kalinya dalam lima tahun, kami melihat angka penurunan pada penuaan jaringan.”

dimensiondata-hendra Hendra Lesmana, Presiden Direktur Dimension Data Indonesia

“Penuaan jaringan tidak selalu menjadi hal yang buruk. Perusahaan hanya perlu memahami implikasinya karena jaringan yang sudah berumur memerlukan bentuk dukungan yang berbeda dengan biaya layanan yang terus meningkat. Di lain sisi, hal ini juga berarti perusahaan dapat menunda biaya peremajaan,” ujar Hendra, sambil menekankan bahwa penuaan jaringan tidak mungkin dapat mendukung inisiatif – inisiatif baru semisal software-defined networking dan otomatisasi, atau menangani volume lalu lintas data yang diperlukan untuk solusi kolaborasi atau komputasi awan.

Berdasarkan laporan tersebut, penuaan jaringan di perusahaan-perusahaan di Eropa, Asia Pasifik, dan Australia berkurang sejalan dengan tingkat rata-rata yang terjadi di dunia. Sementara di Amerika, jumlah perangkat yang mengalami penuaan dan telah usang menurun lebih cepat, dari 60% dalam laporan 2015 menjadi 29% dalam laporan 2016. Ini dapat dikaitkan dengan pembelanjaan besar-besaran setelah sebelumnya selama 4 tahun mengalami kendala keuangan. Hendra mengatakan perusahaan-perusahaan di Amerika tampaknya melakukan peremajaan jaringan dengan infrastruktur generasi terbaru. Di Asia Pasifik dan Australia, peremajaam perangkat dilakukan sebagai bagian dari rancang ulang jaringan untuk pusat data.

Berbeda dengan tren global, di Timur Tengah dan Afrika, usia jaringan yang menua meningkat yang dimungkinkan sebagai hasil dari ketidakpastian ekonomi, khususnya di Afrika Selatan.

Sementara itu, dari 97 ribu perangkat jaringan yang diteliti oleh Dimension Data, jumlah perangkat yang memiliki setidaknya satu kerentanan keamanan meningkat dari 60% pada tahun 2015 laporan menjadi 76% dalam laporan 2016. Ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Di Asia Pasifik dan Amerika, jaringan yang kurang beresiko sekitar 49% dan 66%, dibandingkan 61% dan 73% pada survei sebelumnya. Sedangkan di Eropa, kerentanan jaringan melonjak tajam selama tiga tahun terakhir, meningkat dari 26% pada tahun 2014 menjadi 51% pada tahun 2015 dan 82% dalam laporan 2016. Kerentanan jaringan juga meningkat di perusahaan-perusahaan di negara Timur Tengah dan Afrika di tiga tahun terakhir. Di Australia, 87% dari perangkat jaringan memiliki setidaknya satu kerentanan.

Highlight lain pada the 2016 Network Barometer Report

Persentase perangkat yang telah mendukung IPv6 melonjak dari 21% tahun lalu menjadi 41% tahun ini, disebabkan karena peningkatan jumlah perangkat di jaringan. Hal ini memungkinkan perusahaan dengan jaringan baru untuk mendukung strategi digitalisasi mereka dengan memungkinkan konektivitas untuk internet of things, big data, analisis, dan containerisation.

Software-defined networking akan segera menjadi tren, tetapi tidak saat ini. Meski sudah ada ketertarikan pasar terhadap software-defined network, ini masih terbilang dini untuk diterapkan saat ini. Hanya sedikit perusahaan yang mampu menerapkan pendekatan jaringan berbasis software. Di tahun 2015, kurang dari 0,4% jaringan dapat mendukung software-defined WAN dan hanya 1.3% switching data center yang tergolong SDN-ready.

Respon terhadap kejadian lebih cepat 69%, dan waktu perbaikan 32% lebih cepat pada jaringan yang dimonitor oleh Dimension Data. Angka tersebut berkurang 55% dan 36% masing-masing, jika bila dikombinasikan keseluruhan divisi pelayanan Dimension Data 37% dari insiden terjadi disebabkan oleh konfigurasi atau kesalahan manusia, yang dapat dihindari dengan pemantauan yang tepat, manajemen konfigurasi dan otomatisasi

Informasi tambahan, Dimension Data Asia Pacifik, adalah anak perusahaan dari Dimension Data Holdings plc, yang beroperasi di 60 lokasi di 13 negara Asia Pasifik. Dimension Data membantu klien untuk merencanakan, membangun, mendukung, mengelola, meningkatkan dan menginovasikan infrastruktur ICT mereka. Perusahaan ini memadukan keahlian dalam hal jaringan, keamanan, solusi data center, solusi Microsoft dan converged communications & teknologi contact center, dengan kemampuan memberikan konsultasi, integrasi, pelatihan dan layanan managed untuk merancang solusi ICT guna mempercepat pencapaian tujuan bisnis pelanggannya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)