HIPKA Dorong Perkuat Daya Saing Pengusaha Di Era Digitalisasi

Produk-produk Kerajinan Pengusaha Indonesia

Pesatnya kemajuan teknologi di Indonesia di era digitalisasi menuntut para pengusaha Indonesia beradaptasi dengan teknologi untuk memperkuat daya saing nasional. Hal inilah yang dinilai Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA), dimana perlunya penguatan daya saing pengusaha di era digital saat ini. Kemampuan daya saing itu dibutuhkan guna mampu lebih kompetitif sekaligus mampu memenangi persaingan.

Di sisi lain, HIPKA berharap Indonesia memiliki minimal 2% pelaku bisnis dari total penduduk. Hal itu agar mereka dapat berkontribusi mensetarakan kekuatan ekonomi yang dibutuhkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rencananya HIPKA akan menggelar Rapat Kerja Nasional 1 HIPKA PERIODE 2017-2022 yang digelar di Jakarta, (20-22 September 2017). Menurut Kamrussamad, Ketua Steering Committee Rakernas HIPKA, Rakernas diharapkan mampu mendorong para pengusaha HIPKA mampu mengadaptasi usahanya dengan kemajuan teknologi di era digitalisasi saat ini.

Dalam Rakernas tersebut rencananya akan menghadirkan sejumlah tokoh dunia usaha seperti Erwin Aksa (Komisaris Utama Bosowa Group), Sandiaga S Uno, Jonathan Tahir (pelaku bisnis hospital), Isaac B. Tanihaha (pelaku bisnis properti), dan Bayu Priawan (pelaku bisnis transportasi). Selain itu, juga  mengundang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Pihaknya ingin mengembangkan usaha UMKM menjadi kuat dengan produk-produknya. Lalu, mampu membuka pasar seluas-luasnya antar provinsi dan luar negeri. Selain itu, Rakerna juga ingin membuat rekomendasi kepada pemerintah terkait permodalan pengusaha pemula. "Kami berharap sinergi antara HIPKA dengan perbankan, dan pemerintah serta pelaku ekonomi lainnya bisa tercipta melalui Rakernas ini," tutur Kamrussamad.

Organisasi Pengusaha ini yang lahir pada 29 September 2010 memiliki anggota HIPKA berkisar 7.000-8.000 yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam ajang Temu Nasional akan dihadiri oleh semua tokoh-tokoh KAHMI, baik yang berasal dari pemerintahan, politisi, akademisi, LSM dan dunia usaha dari daerah-daerah maupun Pusat.

Tujuan dibentuknya HIPKA antara lain untuk memotivasi alumni HMI menjadi wirausaha (entrepreneurship). HIPKA juga diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnis para pengusaha KAHMI dengan terciptanya networking baik sesama pengusaha KAHMI maupun pengusaha non KAHMI. Pada akhirnya, pembentukan HIPKA sejatinya dapat mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional dalam rangka mencapai cita-cita nasional yakni masyarakat adil dan makmur.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)