Holcim Luncurkan Produk Mortar Sebagai Solusi Bangunan Inovatif

Menghadapi persaingan pasar yang semakin menuntut inovasi untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen, Holcim meluncurkan produk mortar di Balai Kartini Jakarta (21/5). Produk baru yang memiliki tiga varian ini diberi nama: Holcim Pasangan, Holcim Plesteran dan Holcim Acian. Hadir memberikan keterangan dalam konferensi pers adalah Juhans Suryantan, Vice President of Sales, PT Holcim Indonesia Tbk.

Foto 2b

“Kami optimis terhadap perkembangan pasar bahan bangunan di Indonesia dan melihat masih banyak peluang yang bisa dikembangkan. Karena itulah Holcim memperkenalkan produk ini pada awal tahun dan sebagai tahap awal, produk ini secara khusus akan dipasarkan di area Jabodetabek lebih dulu”, ujar Juhans.

Ketiga produk mortar Holcim memiliki keunggulan sesuai dengan kegunaannya masing-masing, dan telah melalui proses uji coba dan standarisasi. Misalnya saja Holcim Pasangan dapat digunakan untuk pengisi celah yang lebih tipis dan lebih rata, cocok digunakan untuk bata ringan. Produk ini mudah diaplikasikan dengan daya rekat tinggi serta hemat penggunaan karena spesi adukannya yang lebih tipis. Sementara itu Holcim Plesteran dapat digunakan untuk aplikasi bata ringan, bata merah atau bataton yang memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat mengurangi retak halus di dinding sehingga membuat permukaan dinding lebih sempurna. Produk mortar yang terakhir yaitu Holcim Acian untuk aplikasi pada permukaan dinding plesteran dan dinding beton sebagai dasar yang tepat untuk pengecatan. Sama seperti dua produk lainnya, produk ini memiliki keunggulan mudah diaplikasikan serta waktu kering yang cepat.

“Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui beragam produk dan layanan. Ketiga produk mortar ini merupakan salah satu solusi yang kami berikan untuk kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Kedepannya, kami akan terus fokus mengembangkan solusi-solusi inovatif lain untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan sebagai perwujudan layanan yang prima (Customer Excellence) bagi pelanggan”, pungkas Juhans.

Hanya saja, dalam pemasarannya, lanjut Juhans, Holcim belum bisa melirik lebih luas lagi pangsa pasar selain urban area. Pasalnya, seiring dengan trend penggunaan batu ringan yang baru populer di di kota – kota besar saja, agaknya sulit bagi Holcim untuk memasarkan ketiga variannya ke daerah rural maupun suburban. “Edukasi pasarnya khusus daerah rural dan suburban agak lambat dibandingkan dengan daerah urban. Mereka masih cenderung menggunakan bata merah,” katanya.

Ia mengambil contoh, seperti pasar di Thailand, dalam hal ini yaitu edukasi penggunaan bata ringan yang digabungkan dengan mortar, 10 tahun pertama edukasinya berjalan lambat, tapi selepas itu sudah mulai gencar. Sehingga Juhans menyimpulkan, agaknya ada periode tertentu, yakni kurang lebih 5 tahun untuk mengedukasi pasar, khususnya untuk daerah rural dan suburban. “Berbeda halnya dengan di Singapura, kalau di sana sudah seluruhnya menggunakan bata ringan dan mortar,” tambahnya.

Lambatnya pertumbuhan pasar, bukan berarti sebuah penghalang bagi Holcim untuk meluncurkan tiga varian mortarnya. Meskipun sudah ada beberapa pemain yang menjajakkan brandnya di Indonesia, bagi Juhans, ini masih pada tahapan membangun pangsa pasarnya itu sendiri. “Pangsanya belum bisa ditebak berapa, bisa dibilang ini masih dalam tahap membangun pasar tersebut,” katanya.

Sementara itu dengan meluasnya penggunaan bata ringan nantinya, itu akan berbanding lurus dengan penggunaan mortar. Juhans mengkalkulasikan, dengan asumsi 300 ribu ton pertahun bata ringan, maka kebutuhan akan mortar mencapai 1.5 jua ton pertahun. “Jadi yang penting kuenya terbentuk dulu,” lanjutnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)