Indocomtech 2015 Usung Tema "Internet of Things"

Indocomtech 2015 kembali hadir sebagai ajang pameran komputer terbesar, terlengkap, dan terdepan dalam menampilkan produk-produk yang dilengkapi teknologi terkini dan tercanggih. Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) berkembang sangat pesat di Indonesia. Teknologi terkini dan tercanggih selalu muncul, menggantikan dan melengkapi produk dengan teknologi sebelumnya. Para produsen terus berusaha memenuhi ekspektasi pasar dengan mengeluarkan produk-produk yang kian canggih dan multiguna. Namun, populasi komputer di Indonesia baru mencapai 30 juta dengan penetrasi 12 persen.

“Artinya, potensi komputer masih besar, masa depan masih bagus, meski harus berkompetisi dengan ponsel dan tablet,” kata Rudi Rusdiah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) 2015-2019 dan Sekretaris Dewan Pembina di Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI).

1

International Data Center (IDC) 2014 Indonesia menunjukkan pembelanjaan TIK di Indonesia mencapai US$ 14,7 miliar, atau naik 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembelanjaan TIK tersebut lebih banyak untuk produk hardware dan teknologi baru. Penjualan hardware komputer di tahun 2014 mencapai Rp 44,7 triliun dan diprediksi pada tahun 2017, nilainya akan mencapai Rp 63,7 triliun. Sementara itu, penjualan software yang pada tahun 2014 menyentuh angka Rp 7,6 triliun, diproyeksikan pada 2017, nilainya akan mencapai Rp12,7 triliun.Melihat potensi pasar TIK Indonesia yang masih sangat menjanjikan, Yayasan Apkomindo kembali menggelar Indocomtech.

Rudi mengatakan, sejak pertama kali Indocomtech diselenggarakan oleh para pendiri Yayasan Apkomindo pada tahun 1991 hingga saat ini, tidak pernah satu tahun pun dilewati tanpa menyajikan teknologi terbaru untuk para pengunjung. Bahkan pada penyelenggaraan perdananya di tahun 1991 Indocomtech mendapat piagam penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia). Bukan hanya prestasi nasional, Indocomtech 1991 juga menembus prestasi dunia sebagai sebuah pameran dengan connectivity network terbesar di dunia.

“Kehadiran merek-merek ternama dunia yang mengusung teknologi terbaru, menunjukkan bahwa Indocomtech telah menjadi benchmark bagi merek-merek
besar industri TIK di Indonesia,” katanya.

Untuk ke-23 kalinya, ajang tahunan Indocomtech akan dihelat pada 28 Oktober - 1 November 2015 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran yang akan digelar lima hari ini akan diikuti lebih dari 300 perusahaan dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris yang akan memadati area seluas 18.000 meter persegi meliputi Hall A, Prefunction Hall A, Hall B, Prefunction Hall B, Cendrawasih, dan Main Lobby.

Tema yang akan diusung Indocomtech 2015 adalah ‘Internet of Things’, sejalan dengan peran penting konektivitas yang didukung oleh berbagai perangkat TIK di masyarakat modern Indonesia saat ini. Fakta ini tentu membuka peluang yang sangat menjanjikan bagi para pemain di Industri TIK. Para vendor berlomba memberikan kombinasi fitur terkini dan juga style yang dicari para penggunanya. Indocomtech yang merupakan pameran TIK terbesar di Indonesia masih menjadi pilihan para pemain ternama maupun pemain baru produsen dan vendor TIK maupun industri pendukung untuk memperkenalkan, mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya.

“Kami akan memaksimalkan penyelenggaraan Indocomtech tahun ini dengan memberikan
berbagai inovasi baru bagi peserta dan pengunjung pameran Indocomtech tahun ini,” Ujar Bambang Setiawan, Project Director Indocomtech dari API.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)