Intel Promosi Warisan Budaya via Teknologi

Intel Indonesia memperkenalkan inisiatif menarik ldi bawah gerakan “Warnai Hidupmu” melalui kerja sama dengan dua orang praktisi kreatif Indonesia yang sangat menonjol, yang mampu memperkuat warisan budaya yang menakjubkan seperti batik dan gamelan melalui pemanfaatan teknologi.

Dua seniman tersebut adalah Jogja Hip Hop Foundation (JHF)- grup hip hop berbakat yang berhasil memadukan unsur gamelan dengan sentuhan modern, dan Nancy Margried- perancang batik fractal yang telah mengembangkan kecintaannya terhadap seni batik melalui transformasi yang lebih luas lagi. Bersama-sama dengan JHF dan Nancy, Intel akan membagikan cerita inspiratif yang mengulas kesuksesan dan inovasi yang mereka lakukan, termasuk bagaimana komputer berperan untuk memicu kreativitas jutaan orang Indonesia berbakat lainnya.

Intel menghargai kesuksesan dan bakat yang dimiliki oleh Nancy dan JHF. Kami berharap masyarakat luas dapat terinspirasi dengan kisah nyata kehidupan mereka dan mengalami secara langsung bagaimana komputer memegang peranan dan menggali kreativitas mereka lebih dalam,” kata Norhizam Abdul Kadir, Head of Marketing, Intel Indonesia. “Kami sangat senang sekali dapat memperluas inisiatif kami yang berada di bawah gerakan Warnai Hidupmu dan dapat bekerjasama dengan praktisi kreatif yang berbakat. Nantinya mereka pun dapat menceritakan kisah nyata kehidupan mereka, bagaimana kehidupan mereka menjadi lebih menarik dan bermakna dengan dukungan komputer dan teknologi.”

Sebagai bagian dari program ini, Intel juga telah memproduksi dua film dokumenter pendek untuk Nancy dan JHF, membagikan cerita inspiratif mengenai bagaimana teknologi telah mendukung dalam merealisasikan ide-ide mereka dan bagaimana komputer mampu memadukan warisan budaya tradisional dan inspirasi modern. Kedua film dokumenter pendek ini telah disajikan oleh Intel secara luas, melalui beberapa jaringan termasuk, social media dan media elektronik. Film ini diambil di lokasi terkait, seperti studio JHF yang ada di rumah Mohamad Marzuki a.k.a Kill the DJ (vokalis) di Yogjakarta, di sebuah studio batik rumahan produsen dan eksportir, Studio Batik Hasan di Bandung, Jawa Barat.

Teknologi telah memungkinkan seni tradisional seperti batik untuk mempertahankan esksistensinya, meskipun batik yang selama ini dipandang sebagai seni yang kuno dan tradisional. Melalui karya ini, kami berharap dapat menginspirasi terutama generasi muda untuk bekerja, berkarya, melestarikan tradisi budaya Indonesia dan memadukannya dengan teknologi,” kata Nancy Margried. Ia mampu mengubah seni lokal tradisional dengan memanfaatkan teknologi melalui aplikasi berisikan rumus matematika untuk membuat desain pola batiknya yang unik.

Jogja Hip-Hop Foundation (JHF) dikenal dengan  kegigihannya dalam penggunaan bahasa Jawa dan sastra sebagai sumber inspirasi budaya dalam musik mereka. Grup ini menciptakan dialog musikal yang unik dengan menggabungkan irama global, musik tradisional gamelan dan bahasa Jawa dalam bentuk baru. “Kekuatan teknologi membantu kami untuk memformulasikan kecintaan kami akan musik, dengan menggabungkan warisan budaya dengan sentuhan modern. Hal ini memungkinkan kami untuk menciptakan jenis musik baru di luar keterbatasan kami,” kata Mohamad Marzuki a.k.a Kill the DJ, vokalis dan pendiri Jogja Hip Hop Foundation.

--

Tags:
Budaya Intel

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)