Jakarta Land Kucurkan Rp 3 Triliun di WTC II

PT Jakarta Land, salah satu pengembang properti di Jakarta yang merupakan perusahaan patungan PT Central Cipta Murdaya dan Hongkong Land, menggelontorkan Rp 3 triliun untuk mebangun World Trace Center (WTC) II di Metropolitan Complex, Jakarta. Gedung perkantoran yang diharapkan selesai pada pertengahan 2012 itu menjadi salah satu karya seni yang mengusung prolingkungan.

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Presiden Direktur PT Central Cipta Murdaya (CCM), Siti Hartati Murdaya saat ditemui pada peletakan batu pertama gedung WTC II. “Ini merupakan gedung komersial yang didukung dengan teknologi tinggi serta selaras dengan unsur-unsur cinta lingkungan. Salah satu tujuan menciptakan gedung bernuansa sangat modern ini adalah agar para investor menyadari betapa kuat dan sehat keadaan ekonomi di Indonesia.” Gedung 30 tingkat itu berdiri di atas lahan seluas 47 ribu meter persegi. Gedung perkantoran tersebut disewakan dengan kisaran US$ 26 sampai US$ 28 per meter persegi setiap bulan.

 

WTC II merupakan dukungan bagi misi percepatan pembangunan. Apalagi, kerja sama dengan Hong Kong dan Inggris menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki nilai sangat positif di bidang perdagangan dan ekonomi. Semua masyarakat harus merasa terpanggil dan turut berperan serta dalam berinvestasi di Indonesia,” kata Hartati. Karena itu, ia menyarankan kepada para pengembang di Indonesia untuk menggandeng para investor lokal maupun internasional bila 'tidak kuat' membiayai proyek pembangunan yang potensial.

 

Konstruksi WTC II dibangun pada April 2010 dan diharapkan selesai pada pertengahan 2012. Gedung tersebut didesain oleh Aedas, perusahaan arsitektur yang sempat memenangkan beberapa penghargaan di Inggris, dan dibangun oleh Balfour Beatty Sakti Indonesia, perusahaan patungan antara CCM dan Balfour Beatty di Inggris. Didukung dengan fasilitas lapangan parkir seluas 4 ribu meter persegi dengan kapasitas 1.000 mobil, WTC diharapkan menjadi gedung yang mampu menarik perhatian para investor luar negeri yang ingin membuka usaha di Indonesia.

 

Indonesia saat ini malah diuntungkan dengan krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Dana mereka yang jalan di tempat seharusnya mengalir ke negara berkembang, termasuk Indonesia, agar dapat menghasilkan keuntungan. Karena itu, Indonesia khususnya Jakarta, harus mempersiapkan diri untuk potensi ini,” tegas Hartati. WTC menerima prasertifikasi dari BCA Green Mark atas desain berkelanjutan yang mendukung efisiensi energi dan air.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)