Jamkrindo Bidik Volume Penjaminan Rp231,5 Triliun Tahun 2020

Perum Jamkrindo menargetkan volume penjaminan sebesar Rp 231,5 triliun di tahun 2020. Volume tersebut terdiri dari penjaminan KUR Rp 95 triliun dan non Kur Rp 136,5 triliun.

Sebelumnya, perusahaan telah mencatatkan kenaikan volume penjaminan hingga 19,19% yaitu meningkat dari Rp 148,5 triliun pada Oktober 2018 menjadi Rp 177,99 triliun pada Oktober 2019. Volume penjaminan tersebut berasal dari penjaminan non-KUR sebesar Rp 125 triliun dan penjaminan KUR sebesar Rp 52,88 triliun. Realisasi volume penjaminan pada Oktober 2019 telah mencapai 97,6 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2019.

Direktur Keuangan Perum Jamkrindo, I. Rusdonobanu, mengatakan, berbagai hal akan mendorong pencapaian target tersebut, mulai dari kenaikan plafon penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp 190 triliun pada 2020, masih masifnya pembangunan infrastruktur dan peluang adanya sinergi BUMN.

Dari segi laba, ia mengatakan Perum Jamkrindo optimistis bisa meraih laba Rp 751 miliar. Bisnis Jamkrindo, menurut dia akan lebih banyak dikontribusi dari produk Non KUR yaitu 30 persen KUR dan sisanya Non KUR. "Kami optimis bisa mencapai target," ujarnya.

Sementara itu, Direktur MSDM Umum dan Kepatuhan Perum Jamkrind, Sulis Usdoko menambahkan untuk mendukung kemajuan UMKM, pihaknya akan melakukan peningkatan aksesibilitas finansial UMKMK melalui penyediaan penjaminan yang inovatif, kompetitif dengan pelayanan profesional, efektif dan efisien secara berkelanjutan.

Belum lama ini, Perum Jamkrindo menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi tentang peningkatan perekonomian masyarakat berbasis kampanye anti sampah plastik di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark. Melalui serangkaian kegiatan yang dimulai dari peningkatan kesadaran masyarakat mengenai perlunya menangani sampah plastik, perekonomian masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat bisa meningkat.

Sebagai daerah yang memiliki potensi ekonomi pariwisata, Perum Jamkrindo menyadari bahwa permasalahan sampah di kawasan sekitar Ciletuh memiliki urgensi untuk dibenahi, agar wisatawan bisa datang. "Awalnya kami masuk dengan kampanye bebas sampah, namun pada ujungnya kami akan melakukan pemberdayaan bagi UMKM dan masyarakat di Ciletuh. " ujarnya.

Perum Jamkrindo juga mengadakan acara rehabilitasi hutan di kawasan hulu sungai Ciliwung dengan melakukan penanaman 500 pohon di Desa Tugu Utara Puncak. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan Perhutani Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Puncak Lestari.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)