'Jatuh Bangun' Eagle Ramaikan Industri Sepatu

Genap 25 tahun sudah sepatu Eagle hadir memenuhi kebutuhan alas kaki penduduk Indonesia. Meskipun beberapa lapisan konsumen Indonesia mengedepan emosional dan gengsi dengan memilih sepatu impor, nyatanya Eagle masih terus eksis.

Tampak serius namun senyum terus terlempar dari sebuah ruangan dominasi kaca, seorang pria warga negara Korea tengah berbincang serius dengan karyawannya. Simpul senyum pun hadir saat menyapa wartawan SWA terlontar. “Silahkan duduk. Tunggu sebentar yah,” katanya. Beberapa saat kemudian pria bernama O.K Kim, CEO PT Global Fashion Indonesia (PT. GF Indonesia) itu segera memperkenalkan diri. “Nama saya O.K Kim, jadi selalu OK (baca: oke),”ujarnya bercanda.

Eagle adalah merek sepatu lokal yang berdiri sejak 1986 dengan mimpi menjadi merek nasional terdepan dalam sepatu olah raga. Sempat seperti tenggelam namanya di era 2000, Eagle kini seakan bangkit kembali dengan merejuvenasi brand pada tahun 2006 guna kembali menatap mimpinya. Di bawah bendera PT Global Fashion Indonesia (GFI), Eagle kini berhasil dibawa terbang kembali dan menjadi merek sepatu sport lokal tertinggi. Di salah satu survei, Eagle menempati urutan tiga setelah Adidas dan Nike untuk kategori sepatu olah raga. “Dengan goal itu, kami dengan menyediakan right products to rights consumer in right time, Eagle telah menempatkan diri sebagai merek sepatu olah raga terdepan di Indonesia,”kata OK Kim.

Rejuvenasi tahun 2006, menurut OK, merupakan saat kebangkitan Eagle karena perusahaan melakukan usaha 'drastis' untuk menaikkan brand Eagle kembali bahkan lebih jauh lagi. Kualitas selalu menjadi perhatian tertinggi saat memproduksi sebuah sepatu. “We put our brand in any products by observing international manufacturing process,”katanya.

Tahun 2006 juga meruapkan ulang tahun Eagle ke 20 tahun yang menjadi momentum untuk mengubah logo merek mereka sebagai salah satu langkah rejuvenasi. Strategi merek juga berkaitan erat dengan filosofi Elang yaitu strong spirit, speedy shift dan sharp senses. “Ini mewakili semua proses di dalam desain, distribusi dan promosi sebagai entitas merek Eagle yang harus konsisten disampaikan kepada pelanggan,”katanya.

Eagle menempatkan kata inovasi dan kreativitas sebagai kata kunci untuk produk dan pemasaran sehingga menjamin keberadaan para konsumen loyal. “Kami selalu melihat dengan cara pandang yang baru untuk meningkatkan atau setidaknya memenuhi kebutuhan dari konsumen,” kata pria kelahiran 15 Maret 1956 ini. Eagle pun menargetkan setiap bulan bisa mengeluarkan produk baru.

Perusahaan juga berusaha mengikuti prosedur secara internasional. “Konsumennya sekarang lebih picky, lebih memilih. Mereka memilih dari fungsi, desain dan warna. Tetapi kita lebih kepada sporty functional.”

Dalam rangka rejuvenasi, beberapa acara sudah dilakukan mereka sebagai promosi guna meningkatkan brand image mereka. Perusahaan menjadi sponsor resmi sepatu pada PASKIBRAKA NASIONAL 2010, sponsor resmi Indonesian Youth Olympic Games 2010 di Singapura, Sponsor Cover Boy Aneka 2010, Sporty Boy Majalah Aneka 2010, Futsal competition 2010 di Medan, Aerobic competion tabloid Nyata grup Surabaya, Official sponsor Liitle league Base ball and soft ball Jakarta 2011.Lalu mereka juga mengadakan launching sepatu di event Car free Day di Jakarta pad tahun 2010. “Kini kami sedang mencari siapa yang cocok menjadi endorser bagi kami sebagai salah satu strategi,” katanya.

OK mengatakan bahwa sekarang strategi pemasaran juga difokuskan kepada media online dengan membuat akun di Facebook, Twitter dan Koprol. Hal ini, menurut OK, disebabkan tren anak muda yang sangat 'intim' dengan perangkat teknologi dan media online. “Iklan tv sampai sekarang belum karena kami berpikir online lebih efektif melihat anak muda sekarang dekat dengan online. Kalau di televisi, kita mungkin lebih kepada join promo saja nantinya,”katanya.

Selama 25 tahun Eagle bertahan dari gempuran sepatu asing yang masuk ke Indonesia, nyatanya masih banyak masyarakat yang setia memakai Eagle. OK mengatakan bahwa ada beberapa orang yang mengatakan bahwa selama 20 tahun mereka setia memakai Eagle. “Guna menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan serta kepercayaan, kami selalu menyediakan ruang untuk improvement,”kata pria yang gemar fotografi dan pernah melakukan pameran sendiri ini. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)