JNE Targetkan Perolehan Omset Rp 115 Miliar

Untuk mencapai target itu, JNE mengembangkan strategi pemasaran secara customize dengan target pasarnya adalah masyarakat umum, dunia usaha dan industri di dalam negeri serta perusahaan whole seller dari luar negeri. “Saat ini, 40% pelanggan kami adalah perusahaan Jepang,” kata Johari. Untuk menarik pelanggan, JNE sangat menjaga kredibilitasnya dan memperkuat pengawasan terhadap komplain pelanggan. “Kredibilitas itu nomor satu,” tandas Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) ini.

Perusahaan yang memiliki 700 karyawan ini juga akan mengembangkan jaringan hingga ke tingkat kabupaten agar mampu melayani pelanggan ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan agar dapat memenuhi pelanggan dari luar negeri. Selain itu, pembukaan agen (cash counter) di wilayah perkotaan merupakan usaha JNE untuk memberikan kemudahan kepada para pelanggannya. “Saat ini JNE telah memiliki 50 cabang yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, serta 160 agen di Jakarta dan 400 agen di luar Jakarta,” ia menjelaskan.

Sementara itu, untuk tingkat internasional, pengembangan jaringan ke luar negeri
lebih mengutamakan pada pengembangan wilayah distribusi, misalnya di negara-negara yang banyak menyerap TKI (tenaga kerja Indonesia). JNE pun telah menjadi anggota asosiasi perusahaan kurir negara di Asia (ACCA) yang bermarkas di Hongkong. Bergabungnya JNE dengan asosiasi ini membuat perusahaan ini mampu mengembangkan wilayah antarannya sampai ke seluruh dunia. “Dengan upaya ini, kami yakin JNE mampu bersaing dengan perusahaan logistik asing yang beroperasi di Indonesia,” katanya yakin.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)