Jual 4 Ribu Menara, 3 Perusahaan Lirik Indosat

PT Indosat, operator seluler kedua terbesar di Indonesia, berencana untuk menjual 4 ribu menara seluler mereka. Keputusan itu berhasil menarik perhatian tiga perusahaan besar diantaranya PT Tower Bersama Infrastructure, PT Solusi Tunas Pratama dan PT Sarana Menara Nusantara.

Penjualan tersebut diperkirakan meraup US$ 400 juta, ujar dua pihak yang tidak disebutkan namanya oleh Bloomberg. Indosat mungkin akan memilih perusahaan yang menawarkan diri itu, setidaknya dalam dua minggu ini. Indosat, April lalu, mengatakan akan mempertimbangkan berbagai pilihan terkait bisnis tower yang menyumbang 20% pendapatan di unit seluler pada semester pertama 2011. Masing-masing menara itu diperdagangkan dengan nilai US$ 125 ribu.

Dalam waktu dekat, penjualan menara itu bisa menjadi solusi yang menarik bagi pihak Indosat saat ini untuk memanfaatkan menara secara lebih efisien, bahkan dalam bentuk nilai uang dengan cara menjualnya,” ujar analis DBS Vickers Research, Sachin Mittal. Laba semester pertama Indosat melonjak 138% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp 681, 9 miliar. Pendapatan yang disumbangkan dari unit menara seluler naik 112%.

Masing-masing menara menghabiskan biaya pembangunan US$ 100 ribu dan nilai menara tersebut bergantung pada lokasi dan penyewaan. Pendapatan dari penyewaan menara sebesar Rp 198 miliar dari total penjualan seluler sebesar Rp 957 miliar pada kuartal pertama. “Kami tertarik untuk mengakuisisi menara manapun sebagai bagian dari perusahaan ataupun aset,” ujar Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure, Helmi Yusman Santoso, kepada Bloomberg. Sayangnya, ia menolak mengomentari soal kerja sama dengan indosat. “Kami melah mengalokasikan US$ 120 juta untuk belanja modal di tahun ini, beberapa diantaranya digunakan untuk proses akuisisi.”

Bulan lalu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mengakuisisi 100% kepemilikan saham PT Mitrayasa Sarana Informasi (Infratel), perusahaan penyedia menara telekomunikasi independen yang berbasis di Jakarta. Portofolio menara Infratel yang terdiri dari 263 site menara, 332 site shelter-only, dan sekitar 672 penyewaan beserta order book, segera menambah penyewaan dan pendapatan Tower Bersama lebih dari 10%.

Jumlah pelanggan layanan Indosat naik 25% dibandingkan tahun lalu, menjadi 47,3 juta pengguna. Qatar Telecom QSC merupakan pemegang 55,8% kepemilikan Indosat sedangkan pemerintah Indonesia meraup 14,3%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)