Kasus Paten Oracle-Google Menuju 'Titik Terang'

CEO Google Inc dan CEO Oracle Corp akhirnya menemukan sedikit kemajuan dalam negosiasi, minggu ini. Mereka berhasil 'duduk bersama' untuk menyelesaikan gugatan pelanggaran paten yang dituduhkan kepada situs pencarian web tersebut.

Kedua belah pihak yang dijadwalkan bertemu kembali secepatnya ini di pengadilan federal San Jose, California, meskipun begitu, tetap berselisih dalam poin-poin yang penting, dan sayangnya tidak dijelaskan terperinci oleh pihak yang tidak disebutkan namanya oleh Bloomberg. Oracle, produsen perangkat lunak database terbesar di dunia, tahun lalu menuntut Google yang dianggap memanfaatkan paten teknologi Java mereka di sistem operasi Android.

Selain menuntut miliaran dolar sebagai ganti rugi, Oracle ingin pengadilan memerintahkan penghancuran semua produk yang melanggar hak cipta tersebut. CEO Google Larry Page dan CEO Oracle Larry Ellison muncul sebelum kehadiran Hakim Paul Grewal yang memulai diskusi. Juru bicara Oracle yang berbasis di Redwood City, California, Deborah Hellinger, dan juru bicara Google, Katelin Todhunter-Gerberg menolak berkomentar.

Tuntutan Oracle mungkin menjadi ancaman paling besar kepada perangkat lunak Google dibandingkan agresivitas tuntutan Apple Inc terhadap produsen smartphone yang memanfaatkan android, terkait paten. Informasi terbaru menyebutkan Larry Page menolak menggelontorkan uang untuk biaya lisensi kepada Oracle. Analis Citigroup memperkirakan biaya tersebut setidaknya US$ 15 per perangkat. Ini tentu saja memperlambat adopsi perangkat lunak Android.

Oracle mengklaim, di dokumen pengadilan, Google harus membayar setidaknya US$ 6 miliar sedangkan Google hanya menganggap royalti paling masuk akal setidaknya US$ 100 juta. Kasus ini dijadwalkan hadir di pengadilan pada Oktober mendatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)