Kerja Sama Suzuki-Fiat Bikin VW Berang

Aliansi Volkswagen dan Suzuki Motor tampaknya diambang masalah. Pasalnya, produsen mobil Jerman itu menuduh Suzuki melanggar ketentuan kemitraan mereka setelah perusahaan asal Jepang tersebut bekerja sama dengan Fiat.

Volkswagen (VW) mengatakan kesepakatan Suzuki dengan produsen mesin diesel Fiat melanggar aliansi yang sudah dibina selama satu setengah tahun. VW memang bekerja sama dengan Suzuki agar bisa masuk ke pasar India dengan memperkenalkan small car. Di sisi lain, Suzuki memperoleh keuntungan berupa akses teknologi VW yang tidak mampu mereka kembangkan sendiri. “Suzuki telah diberi waktu beberapa mingu untuk memperbaiki kesalahan mereka. Volkswagen menganggap langkah mereka sangat disesalkan, meskipun, tetap menawarkan diskusi dengan Suzuki,” ujar keterangan resmi Volkswagen.

Suzuki mengatakan, Senin waktu setempat, kerja sama dengan perusahaan asal Italia, Fiat, tidak melanggar aliansi dengan Volkswagen. Saham Suzuki turun 2,1% menjadi 1.494 yen di bursa saham Tokyo. Juru bicara VW mengatakan, meskipun menyayangkan keputusan yang diambil Suzuki, pihak mereka tidak punya rencana untuk memutuskan kerja sama dengan Suzuki. “Kami akan terus melihat bagaimana reaksi Suzuki dan akan terus membahas langkah-langkah selanjutnya.”

VW tidak berniat untuk menjual ataupun mengurangi 19,9% saham mereka di Suzuki yang dibeli pada Desember 2009 dengan harga US$ 2,3 miliar, sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan produsen Grand Vitara itu. VW kesal dengan keputusan Suzuki untuk membeli mesin diesel 1,6 liter milik Fiat yang akan digunakan untuk memproduksi mobil SX4. Sejak 2006, Suzuki sudah membeli mesin diesel 2,0 liter dari Fiat Powertrain Technologies. “Kami menegaskan bahwa kami tidak melangar kontrak,” ujar juru bicara Suzuki, Hideki Taguchi, terkait kontrak mereka dengan VW. Di lain pihak, Hideki menolak berkomentar soal kemungkinan perusahaan memperpanjang kontrak dengan Fiat.

Meskipun telah bekerja sama sejak 2009, VW dan Suzuki belum memiliki proyek bersama. Pihak Suzuki mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk kembali ke 'titik awal', termasuk soal rasio kepemilikan. CEO Suzuki, Osamu Suzuki, pertama kali, mengisyaratkan ketidakbahagiaan atas kerja sama dengan VW itu pada 1 Juli melalui surat kabar Jepang, Nikkei. Suzuki marah karena VW menganggap mereka hanya sekadar bagian dari ekuitas.

Jika itu terjadi, dalam bentuk tertulis, maka harus dijelaskan kepada pemilik saham mereka. Ini menjadi sesuatu yang mengejutkan dan kami berjuang untuk melihat bagaimana mereka (VW) mempengaruhi perusahaan dalam cara apapun,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Suzuki, Yasuhito Harayama. Kesepakatan dengan Volkswagen bukanlah hal pertama yang dilakukan produsen mobil Jepang itu dalam mengaitkan diri dengan salah satu produsen mobil global. Pada 1998, Suzuki menandatangani kemitraan strategis dengan General Motors yang meraup 17,4% saham Suzuki.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)