Ketika Pemindai ADR Naik Daun

 

 

Alat pemindai dokumen telah menjadi kebutuhan utama dalam dunia yang berbasis teknologi informasi. Dengannya, dokumen setelah dipindai bisa dipindahkan dalam hitungan detik ke berbagai pelosok dunia yang terhubung dengan internet. Meski demikian, memindai dokumen satu persatu sebagaimana dilakukan oleh pemindai kategori flat bed sangatlah memakan waktu. Satu dokumen bisa memakan waktu 1-3 menit. Solusi atas permasalahan itu adalah pemindai berkategori automatic document reader (ADR). Pemindai jenis ini bisa memindai belasan bahkan ratusan lembar dokumen per menit (ppm).

 

“ Di luar negeri, flat bed scanner sunset business. Beralih ke multi function printer dan ADR,” ujar Marselinus, marketing executive Datascrip dikantornya, di kawasan Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat Selasa (6/12) lalu. Sayang, Marselinus tidak memiliki angka pastinya. Meski demikian dirinya memaparkan pertumbuhan itu disebabkan meningkatnya pertumbuhan UKM dan kebutuhan memindai dengan cepat dan lantas mengirimkan dokumen secara online.  Untuk menangkap peluang itu Canon pun meluncurkan empat pemindai ADR yakni P215, DR C125, DR M140 dan DR M160.

 

Sekarang mari dibedah dari yang termurah, Canon P215. Pemindai ini berkategori ADR ini memiliki kemampuan memindai 15 page per minute (ppm) atau 30 image per minute (ipm) ini dipasarkan dengan harga USD 500 di Indonesia. Harga tersebut menurut Marselinus akan cukup memungkinkan untuk dijangkau UKM.

 

P215 sekaligus merupakan pemindai portable, alias bisa dibawa-bawa. Untuk melengkapi kebutuhan portabilitasnya, P215 tidak memerlukan instalasi driver, istilahnya tinggal plug n play. Semakin praktis lantaran dayanya bisa diambil dari laptop atau PC melalui saluran USB. Beberapa keunggulan lainnya yakni bisa memindai bolak balik sekali jalan atau duplex scanning, serta memindai kartu plastik seperti KTP, NPWP dan sebagainya. Fitur lainnya yang disematkan adalah aplikasi CaptureOnTouch Lite yang mempercepat pemindahan hasilan pemindaian ke laptop atau PC melalui kabel USB 3.0 yang disertakan dalam paket penjualan. P215 ini sekaligus kelanjutan dari seri P150 yang sebelumnya mampu menguasai 30% penjualan document reader Canon di Indonesia dengan harga awal sekitar USD 468.

 

Selain P215, Datacrip juga meluncurkan seri pemindai ADR Canon DR C125, DR M140 dan DR M160. Ketiga pemindai tersebut memiliki kemampuan pindai yang lebih tinggi, termasuk harganya, dari P 215. DR C125 yang dibanderol USD 1100 perunit mampu memindai 25 ppm / 50 halaman bolak balik per menit. Pengguna DR C125 juga dapat menyimpan hasil pindaian ke penyedia penyimpanan online (cloud storage) melalui Scan to Cloud ke Evernote dan Microsoft SharePoint atau menggunakan Scan to iPhoto dengan sistem operasi Mac OS.

Sementara DR M140 yang dibanderol USD 1800 mampu memindai 40 ppm atau 80 halaman bolak balik permenit. Sementara DR M160 dihargai USD 2500 dan sanggup memindai hingga 120 ppm. Kelebihan lain dari DR M140 dan DR M160 yakni keduanya mampu memindai kertas plastik yang sudah di-emboss.

 

Adapun hingga Juni 2011 Datascrip melalui merek Canon menguasai 17% document scanner se-Indonesia atau berada di posisi ketiga. “ Posisi pertama ditempati Fujitsu yang meningkat dari 25% menjadi 38% sementara kedua oleh HP dari 26% menjadi 37%,” urai Marselinus.

 

Sementara di tahun depan Datascrip berencana meningkatkan pertumbuhan penjualan document scanner hingga 25% meski pertumbuhan pasar document scanner di 2012 diperkirakan oleh IDC akan mencapai 30-40%.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)