Kontroversi Hidup Sang Pendiri Groupon

Meski dikritik sejumlah investor karena melaporkan valuasi perusahaan terlalu tinggi, menjelang IPO, sebesar US$ 540 juta, CEO Groupon Andrew Mason tidaklah gentar. Pria berusia 30 tahun itu mengklaim Groupon mampu menarik banyak investor ke situs potongan harga pertama yang melakukan IPO ini.

 

Lulusan sarjana ilmu musik itu juga diserang kabar buruk bahwa model situs potongan harga Groupon dapat ditiru oleh banyak orang dengan mudah. Meskipun tidak dipungkiri, Groupon merupakan situs paling cepat berkembang sepanjang sejarah. “Dia memang memiliki gambaran orang yang beruntung namun Mason termasuk pria cerdas,” ujar salah seorang eksekutif industri senior yang sempat bekerja dengan Mason, kepada Reuters. “Saat sesorang mempertanyakan Groupon, Mason menjawabnya dengan sangat pribadi. Ia menuangkan hidupnya ke perusahaan itu.”

 

Saat ini, Mason yang gemar berpose lucu, seperti foto bersama kucing di atas kepalanya, menghadapi masa-masa buruk akibat tekanan berat dari para pemain situs diskon lain. Mason harus mampu bersaing dengan beberapa pendatang baru seperti Google dan AT&T, serta sang musuh lama, LivingSocial yang didukung oleh Amazon.com. Selain itu, September lalu, Groupon kehilangan COO Margo Georgiadis yang pindah ke Google Inc, beberapa bulan setelah kehilangan sang pendahulunya, Rob Solomon.

 

Meskipun begitu, Mason pantang menyerah. Ia menunjukkan bahwa Groupon masih berpotensi berkembang pesat di masa depan. Selain itu, Mason juga tidak ragu mengakui kesalahannya. “Sama seperti industri lain yang berusia 30 bulan, jalan menuju sukses masih sangat berliku-liku. Ada banyak momen-momen penuh kecemerlangan ataupun kebodohan belaka,” tulis Mason dalam memo yang diberikan kepada investor potensial pada pengajuan IPO pertama.

 

Selain itu, Mason berusaha keras untuk berganti citra diri. Dikenal sebagai pria muda yang gemar menggunakan kaus santai, CEO itu muncul dengan setelan jas dan dasi, rambut rapi serta pembawaan diri yang tenang pada roadshow IPO Groupon. Mason juga mengklaim masyarakat tidak akan bosan dengan Groupon. Pasalnya, situs itu memberikan email diskon setiap hari kepada pelanggan. “Unsur hiburan sangatlah penting bagi Mason,” kata Ryan Jacob, Manajer Jacob Internet Fund.

 

Pria yang berbisnis pengiriman makanan saat remaja ini membawahi situs berusia dua tahun yang memiliki 30 juta konsumen dan bekerja sama dengan 60 ribu merchant lokal di 45 negara. Rasa humor yang tinggi juga menjadi bagian dari diri Mason. Ia pernah memaksa penyelenggara konferensi AllThingsD menyantumkan foto dirinya dengan mulut menganga dan kening berkerut untuk bahan acara.

 

Seorang sumber Reuters menyebutkan bahwa Mason mempersiapkan pernikahannya dengan musisi Jenny Gillespie sama seriusnya dengan persiapan menjelang IPO. “Memang ada keengganan untuk menjadi CEO dari perusahaan publik karena Anda berdampingan dengan regulator dan investor yang memberitahu apa yang harus Anda lakukan,” ujar orang terdekat Mason. “Namun, dia sangat keras kepala dan cukup cerdas untuk mengeluarkan keputusan benar di banyak kesempatan.”

Tags:
Groupon IPO

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)