Krisis Nuklir, Jepang Hibah Dana ke Tepco | SWA.co.id

Krisis Nuklir, Jepang Hibah Dana ke Tepco

Pemerintah Jepang memberikan bantuan keuangan kepada Tokyo Electric Power Co (Tepco)) untuk melindungi utilitas mereka dari kebangkrutan. Masalah dana ini disebabkan bencana nuklir terburuk dalam 25 tahun yang terjadi di Jepang beberapa bulan lalu.

Pemerintah Jepang akan membentuk badan pengelolaan yang membantu penanganan klaim yang diberikan terhadap Tepco. Perusahaan juga diisukan akan menerbitkan obligasi untuk membantu masalah pendanaan, tulis keterangan pers dalam pertemuan kabinet Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan.

Tepco sebelumnya menerima keputusan yang diberikan pemerintah. Ini mencakup kewajiban tidak terbatas dalam pembiayaan kerusakan di pabrik nuklir Dai-Ichi, Fukushima. Bantuan pemerintah terhadap Tepco bernilai triliunan yen, ujar Sekretaris Kabinet Yukio Edano.

“Sejak keputusan pemerintah menyebutkan bahwa perusahaan dianggap tidak bangkrut, harga saham mungkin didukung oleh beberapa hal,” ujar Masaru Hamasaki, kepala strategi di Toyota Asset Management Co. “Jika ternyata tidak ada prospek pembayaran dividen untuk beberapa waktu, saham Tepco terus terang akan sangat menarik bagi para investor.”

Pihak Bank of America Corp, Merrill Lynch sempat mengatakan bahwa Tepco akan menghadapi klaim sekitar 11 triliun yen (US$136 miliar) jika krisis nuklir mencapai titik terburuk. Saham utilitas turun sekitar 8,6% menjadi 438 yen di Tokyo. Selain itu, saham menurun sekitar 78% sejak 11 Maret, saat tsunami dan gempa merusak sistem pendingin dan daya listrik pabrik nuklir Fukushima.

“Persyaratan kami adalah perusahaan terus beroperasi sebagai perusahaan terbuka dan menyediakan pasokan daya secara rutin,” ujar Menteri PERdagangan Jepang Banri Kaieda. Ia mengatakan hak pemegang obligasi Tepco tetap dipertahankan. Perusahaan listrik yang mengoperasikan stasiun nuklir akan diminta untuk membayar kompensasi kepada organisasi yang dibentuk pemerintah.

Tepco akan dipantau oleh pemerintah sebagai syarat bagi bantuan yang diberikan. Ini untuk memastikan kompensasi penuh yang dibayarkan kepada mereka benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan sistem yang terkena dampak bencana.

Stasiun Fukushima, pabriuk nuklir terbesar ketiga di Jepang, terus memuntahkan radiasi sejak tsunami merusak sistem pendingin pabrik. Stasiun tersebut berlokasi sekitar 220 kilometer dari utara Tokyo. Hingga saat ini, perusahaan masih menggunakan selang kebakaran, pompa dan meriam air untuk mendinginkan reaktor nuklir.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)