Kuartal III DBS Indonesia Cetak Laba Rp 334,6 Miliar

Selama kuartal III 2011 PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) berhasil laba (sesudah pajak dan amortisasi) sebesar Rp 334,6 miliar atau naik 319,98% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional bersih sebesar 53,11% dari Rp 110,9 miliar di pada kuartal III 2010 menjadi Rp 169,8 miliar pada periode yang sama tahun 2011.

Sementara itu, return on asset (ROA) pada kuartal ketiga 2011 mencapai 2,08%, atau empat kali lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,5%. Untuk return on equity (ROE) tercatat sebesar 13,39% atau naik hampir empat kali lipat dibanding kuartal ketiga 2010 sebesar 3,47%.

Rasio kecukupan modal (CAR) DBS berada di level 13,88%, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditentukan Bank Indonesia. DBS Indonesia juga terus berusaha menjalankan praktik perbankan dengan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari tingkat non performing loan (NPL) yang berada di level 1,42%, jauh di bawah batasan maksimum 5%.

Kinerja ini mencerminkan upaya agresif serta komitmen jangka panjang kami dalam mengembangkan bisnis di Indonesia,” ungkap Bernard Tan, Presiden Komisaris Bank DBS Indonesia. Kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu fokus kunci pertumbuhan DBS di wilayah Asia karena lokasi geografis yang strategis, kuatnya konsumsi domestik serta besarnya segmen usia produktif yang didukung oleh semakin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

Kinerja DBS Indonesia di kuartal ketiga 2011 ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan yang kuat dari dua segmen bisnis utama DBS Indonesia, yaitu Consumer Banking dan Institutional Banking. Total pendapatan (total income) Consumer Banking DBS Indonesia tumbuh sebesar 38% di sembilan bulan pertama tahun 2011, dibandingkan dengan periode yang sama di 2010.

Sementara total pendapatan bisnis Institutional Banking DBS Indonesia meningkat sebesar 13% di kuartal ketiga 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini juga didukung oleh pertumbuhan kinerja Perbankan UKM yang tumbuh secara pesat mencapai 33% di kuartal ketiga 2011.

Sebagai kontributor utama pendapatan DBS Indonesia, bisnis Institutional Banking kami tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun. Seiring dengan pertumbuhan solid ekonomi Indonesia, serta dukungan penuh dari DBS Group, DBS Indonesia menargetkan kredit korporasi kami untuk tumbuh rata-rata sebesar 24% per tahun, dalam dua-tiga tahun mendatang,” ujar Dani Prabawa, Direktur Bank DBS Indonesia.

Lebih jauh lagi, salah satu komponen pendorong pertumbuhan bisnis Institutional Banking DBS Indonesia, adalah Global Transaction Services (GTS). Layanan GTS yang diberikan kepada nasabah korporasi dan UKM ini menjadi salah satu lini bisnis yang akan semakin dikembangkan di masa mendatang. Laporan keuangan DBS Indonesia menunjukkan peningkatan total pendapatan GTS sebesar 34% pada kuartal ketiga 2011.

DBS terus meningkatkan bisnis GTS di Indonesia dengan menyediakan sistem yang canggih bagi nasabah yang memungkinkan one-stop service yang didukung teknologi maju. “Klien kami mendapatkan keuntungan dari pemahaman kami akan keseluruhan rantai industri mereka. Dengan pemahaman mendalam kami, DBS Indonesia dapat memberikan berbagai solusi yang dibutuhkan oleh klien untuk memenuhi dan meningkatkan kebutuhan modal kerja mereka – sehingga seluruh rantai kebutuhan dapat terpenuhi,” kata Tam Thye Hung, Head of GTS DBS Indonesia.

Salah satu faktor utama kontribusi GTS terhadap keberhasilan ini adalah kemampuannya untuk menangkap peluang di sektor-sektor kunci yang sedang berkembang di Indonesia seperti sektor komoditas. “GTS diharapkan dapat mendukung lebih banyak perusahaan Indonesia untuk semaking berkembang melalui keunggulan layanan dan konektifitas Asia yang dimiliki DBS,” tambah Tam.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)